Nyamar Jadi Pekerja, Komplotan Pencuri Gondol Panel Listrik di Proyek Bandara YIA

Kuntadi, Koran SI · Senin 12 Oktober 2020 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 510 2292555 nyamar-jadi-pekerja-komplotan-pencuri-gondol-panel-listrik-di-proyek-bandara-yia-epJyueQy9X.jpg Polres Kulonprogo mengungkap pelaku pencurian panel listrik proyek Bandara Internasional Yogyakarta. (Foto : Kuntadi)

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo berhasil mengungkap kasus pencurian panel listrik di proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA). Para pelaku menyamar sebagai pekerja dengan menggunakan helm dan sepatu proyek dan rompi pekerja.

Kasus pencurian panel listrik Air Circuit Breaker (ACB) ini dilakukan tujuh pelaku pada Juli 2019. Tiga orang pelaku berhasil diamankan, Re (50) warga Jakarta Barat, Har (40) warga Jakarta Utara dan AS (32) Sumatera Selatan. Sementara empat pelaku lainnya, yaitu Im (40) dam Ya warga Bogor, serta Ar (30) dan SL (30) warga Pemalang, Jawa Tengah; masih buron.

“Tiga berhasil kami amankan dan empat masih buron,” kata Wakapolres Kulonprogo Kompol Sudarmawan, Senin (12/10/2020).

Para pelaku ini awalnya bertemu di SPBU yang ada di Temon kemudian merencanakan pencurian. Untuk memuluskan aksinya, mereka masuk ke lokasi proyek menggunakan mobil dengan menggunakan alat pelindung diri (PAD) seperti rompi pekerja, helm, dan sepatu proyek.

Begitu masuk di gedung Mezzanine, mereka berbagi peran. Ada yang mengeksekusi, mengawasi lokasi, dan berjaga. Kawanan pencuri ini menggondol delapan ACB kemudian dimasukkan ke mobil. Barang curian ini kemudian dijual Rp10,5 juta dari harga normal mencapai Rp624 juta.

“Uang hasil penjualan kemudian dibagi kepada para pelaku,” kata Sudarmawan.

Sementara itu Har mengaku hanya diajak teman-temannya untuk mencuri. Saat itu dia bertugas mengawasi kondisi sekitar. Begitu berhasil membawa barang keluar, kawanan ini berpencar.

“Saya hanya diajak, saya tugasnya mengawasi,” katanya.

Dalam aksi ini, Har mendapatkan bagian Rp1,5 juta. Uang itu dipakai untuk memebiayai sekolah anaknya, yang akan lulus SMA.

“Saya butuh uang untuk membiayai sekolah anak. Mau ujian jadi diajak hanya ikut,” katanya.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini