Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik

Agregasi Sindonews.com, · Senin 12 Oktober 2020 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 525 2292560 ridwan-kamil-klaim-penanganan-covid-19-di-jabar-membaik-hYTKwLgpIk.jfif Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG – Selaku Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Ridwan Kamil mengklaim, penanganan COVID-19 di provinsi yang dipimpinnya membaik.

Hal itu dibuktikan dengan berkurangnya zona merah COVID-19 di wilayah Jabar. Bahkan, Bandung Raya yang sebelumnya menjadi episentrum penyebaran Covid-19 selain Bodebek (Bogor, Depok, dan Bekasi) kini sudah terbebas dari zona merah.

Pria yang karib disapa Kang Emil itu menjelaskan, berdasarkan data periode 5-10 Oktober 2020, jumlah zona merah atau wilayah berisiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jabar menurun.

"Kasus-kasus dan angka yang dilaporkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Pertama kalinya di Jabar hanya ada tiga wilayah Zona Merah," ungkap Kang Emil seusai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

"Penyebaran kasus di Kabupaten Karawang terjadi di klaster industri dan rumah tangga, sementara di Kabupaten Kuningan terjadi di klaster pesantren," sambungnya.

Kang Emil pun mengaku gembira karena Bandung Raya sudah terbebas dari zona merah dan Bodebek yang juga menjadi episentrum COVID-19 di Jabar kini tersisa hanya satu wilayah zona merah, yakni Kabupaten Bekasi.

"Saya bergembira Zona Merah (di Jabar) semakin sedikit. Contohnya di wilayah Bandung Raya, yang tadinya (Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) zona merah kini sudah jadi zona oranye (risiko sedang)," ujarnya.

Baca Juga : Satgas Lapor 17% Masyarakat Yakin Tak Tertular Corona, Jokowi Tekankan Perubahan Perilaku

Terkait pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta, Kang Emil menegaskan bahwa wilayah Bodebek tetap akan menyesuaikan kebijakan dengan ibu kota. "Jika ada perubahan di ibu kota, maka wilayah Bodebek akan langsung menyesuaikan," tegasnya.

Kang Emil menambahkan, dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus harian COVID-19 di Jabar masih fluktuatif berkisar 500 kasus. "Angka terendah pada 4 dan 10 Oktober 2020 (Minggu dan Sabtu) masing-masing yakni 248 kasus dan 268 kasus," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini