Tingkat Keterisian Ruang Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Jabar Menurun

Agregasi Sindonews.com, · Senin 12 Oktober 2020 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 525 2292567 tingkat-keterisian-ruang-isolasi-di-rs-rujukan-covid-19-jabar-menurun-s4I7zTO6Ns.jpg Ilustrasi pasien corona. (Foto : Shutterstock)

BANDUNG – Tingkat keterisian rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di wilayah Jawa Barat mulai melandai. Sebelumnya, tingkat keterisian RS rujukan nyaris menyentuh ambang batas aman standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data per 10 Oktober 2020, tingkat keterisian ruang isolasi RS rujukan Covid-19 mencapai 55,40 persen atau turun dibandingkan pekan sebelumnya, yakni 58,53 persen dan menjauh dari ambang batas aman WHO sebesar 60 persen.

Gubernur Jabar yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Ridwan Kamil mengapresiasi menurunnya tingkat keterisian ruang isolasi RS rujukan Covid-19 itu.

"Jangan sampai menyentuh angka kritis," katanya seusai rapat koordinasi (rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar di Mapolda Jabar, Kota Bandung, melansir Sindonews, Senin (12/10/2020).

Melandainya tingkat keterisian ruang isolasi RS rujukan COVID-19 tersebut, lanjutnya, juga berbanding lurus dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar yang kini berada di angka 62,55 persen atau lebih rendah 14 persen dari angka nasional.

"Sementara angka kematian COVID-19 di Jabar sebesar 1,96 persen. Untuk angka reproduksi efektif COVID-19 (Rt) di Jabar (per 9 Oktober) yaitu 1,19 persen," ucap Kang Emil, sapaan akrabnya.

Adapun jumlah tes usap (swab test) dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Jabar hingga 12 Oktober 2020 pukul 15:30 WIB sebanyak 468.630 tes.

Kang Emil menegaskan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan tes PCR untuk memenuhi standar WHO, yakni 1 persen dari total populasi Jabar yang mencapai sekitar 50 juta jiwa.

Kang Emil juga meminta, pengetesan PCR lebih ditingkatkan, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan populasi penduduk terbesar di Jabar.

"Karena hingga saat ini pengetesan PCR (di Jabar) sudah mendekati standar WHO. (Per minggu) di 42.000 (tes PCR), minggu ini dan akan terus diupayakan untuk ditingkatkan," katanya.

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini