Polisi Buru Demonstran Perusak Fasilitas Publik saat Demo UU Ciptaker di Makassar

Herman Amiruddin, Okezone · Senin 12 Oktober 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 609 2292291 polisi-buru-demonstran-perusak-fasilitas-publik-saat-demo-uu-ciptaker-di-makassar-wg30jpk35S.jpg Demo tolak UU Cipta Kerja di Makassar ricuh. (Foto : iNews/M Nur Bone)

MAKASSAR – Pelaku pembakaran videotron yang terpajang di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, yang dibakar massa aksi tolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020) dalam penyelidikan polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan, sejumlah fasilitas seperti videotron milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, pos polisi lalu lintas, hingga kendaraan dinas diduga dirusak demonstran.

Pihak kepolisian saat ini masih memburu pelaku perusak fasilitas umum milik pemerintah dan kepolisian yang terekam CCTV.

"Intinya semua pelaku masih dalam pengejaran," kata Agus

Ia menyebutkan, penyelidikan didukung beberapa alat bukti seperti rekaman video yang beredar di media sosial, kamera CCTV sekitar lokasi perusakan, serta keterangan saksi.

"Sementara kita selidiki. Untuk tempat kejadian perkara (TKP) di pos polantas flyover Urip Sumoharjo dan Pettarani, wajah tersangka sudah teridentifikasi. Ditambah kita sudah lakukan olah TKP, secepatnya kita akan ungkap," tuturnya.

Agus mengungakapkan selain fasilitas umum dan kendaraan dinas, pendemo merusak dua pintu pagar Nipah Mall.

"Itu dipakai untuk memblokade jalan depan kantor Gubernur," terang Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulsel, Amson Padolo, mengaku pihaknya menyerahkan penuh pengusutan perusakan videotron atau layar lebar digital yang baru beroperasi September 2019.

"Harganya Rp983 juta, tapi kita semua serahkan ke kepolisian. Semoga bisa cepat tertangkap pelakunya. Untuk sementara (pergantian videotron) kita koordinasi dengan pimpinan teknisnya bagaimana," kata Amson.

Videotron itu, kata dia, digunakan Pemprov Sulsel untuk menyiarkan sosialisasi program serta iklan layanan masyarakat khususnya bagi pengendara lalu lintas. Amson juga menyesalkan pendemo yang bertindak anarkistis, tanpa melihat aspek sebab dan akibatnya.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Tetapkan 43 Tersangka Terkait Demo Anarkis Omnibus Law

"Kalau terhambat, saya pikir tidak. Kita masih gunakan media lain, di website, atau mungkin media massa dan sosial. Intinya kita cukup sesalkan. Biarlah pihak kepolisian yang bekerja, kami berharap banyaklah," tutur Amson.

Baca Juga : Cegah Salah Tangkap, Polda Kalteng Berikan "Rompi Keselamatan" ke Wartawan Peliput Demo

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini