WHO Kembali Tolak Gagasan Herd Immunity untuk Perangi Covid-19

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 13 Oktober 2020 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 18 2293202 who-kembali-tolak-gagasan-herd-immunity-untuk-perangi-covid-19-4NwtLlpCJS.jpg Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)

JENEWA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menolak gagasan upaya memerangi virus Corona dengan kekebalan kelompok atau herd immunity yang dicapai dengan membiarkan Covid-19 menyebar. Tedros menilai gagasan tersebut hanya akan menyebabkan penderitaan dan kematian.

"Tidak pernah dalam sejarah kesehatan masyarakat, kekebalan kawanan telah digunakan sebagai strategi untuk merespon wabah, apalagi pandemi. Ini bermasalah secara ilmiah dan etis," kata Tedros dalam sambutan pembukaannya di sebuah pengarahan media WHO terkait Covid-19, melansir Sindonews.

Tedros mengatakan masih banyak yang belum diketahui tentang Covid-19, sementara banyak yang telah terinfeksi menunjukkan kekebalan, tapi tidak jelas itu akan bertahan lama. Ia menambahkan, ada laporan orang jatuh sakit untuk kedua kalinya dan ada kekurangan data mengenai efek jangka panjang dari infeksi.

"Membiarkan virus bersirkulasi tanpa terkendali, oleh karena itu, berarti membiarkan infeksi, penderitaan, dan kematian yang tidak perlu. Membiarkan virus berbahaya yang tidak sepenuhnya kami pahami untuk bebas adalah tidak etis. Itu bukan pilihan," imbuhnya.

Tedros mengeluarkan pernyataan ini karena kasus Covid-19 terus meroket di Eropa dan Amerika, dengan masing-masing wilayah mencatat rekor tertinggi harian dunia dalam empat hari terakhir.

Namun, pandemi tidak merata, katanya, menjelaskan bahwa hampir 70% kasus yang dilaporkan dalam seminggu terakhir berasal dari 10 negara dengan hampir setengahnya berasal dari tiga negara.

Tedros mengatakan ada alat untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut yang tidak terbatas pada penghentian atau perintah tinggal di rumah, seperti pelacakan kontak, karantina, jarak fisik (physical distancing) dan banyak lainnya.

"Tidak ada jalan pintas dan tidak ada peluru perak," katanya.

"Jawabannya adalah pendekatan yang komprehensif, menggunakan setiap alat di kotak peralatan," sambungnya.

Menurut situs pemantau langsung virus Corona Universitas Johns Hopkins, lebih dari 37,8 juta orang telah terinfeksi Covid-19, menewaskan lebih dari 1 juta di antaranya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini