96.039 Orang di Jateng Terjaring Razia Protokol Covid-19, Mayoritas Tak Pakai Masker

Taufik Budi, Okezone · Selasa 13 Oktober 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 512 2293129 96-039-orang-di-jateng-terjaring-razia-protokol-covid-19-mayoritas-tak-pakai-masker-S6Fek8zjOS.jpg Warga dihukum pushup karena melanggar protokol kesehatan Covid-19. (Foto : Taufik Budi)

SEMARANG – Sebanyak 96.039 orang di Jawa Tengah (Jateng) terjaring operasi gabungan penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Jenis pelanggaran terbanyak adalah tak mengenakan masker saat berada di lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan.

Mereka terjaring operasi gabungan yang dilakukan Satpol PP Jateng bersama TNI/Polri, Satpol PP kabupaten/kota, dan Dinas Kesehatan periode 24 Agustus-12 Oktober 2020. Usia pelanggar paling banyak adalah 20-39 tahun. Jika dilihat dari profesi, paling banyak adalah pegawai swasta, pelajar/mahasiswa, kemudian PNS, dan TNI/Polri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jateng, Budiyanto EP, menjelaskan penegakan protokol kesehatan sudah dilakukan sejak Maret 2020. Namun, kegiatan itu dilakukan masing-masing Satpol PP kabupaten/kota secara mandiri.

“Kegiatan penegakan mulai digalakkan semenjak 24 Agustus, saat Pak Gubernur memberi perintah secara lisan,” kata Budiyanto di sela-sela operasi gabungan penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di kawasan objek wisata Bukit Cinta dan Kampoeng Banyumili Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2020).

Budiyanto mengungkapkan titik operasi gabungan ini adalah semua lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan orang, seperti di jalan, tempat wisata, pabrik, hingga pasar tradisional. Pada awal-awal operasi menyasar perkotaan, dan kini mengarah ke pinggiran hingga masuk wilayah kecamatan. Sesuai rencana, operasi gabungan ini dilakukan hingga akhir November atau awal Desember.

Bagi yang terjaring operasi gabungan, akan diberikan sosialisasi cara memilih dan penggunaan masker yang benar, melakukan jaga jarak, serta rutin cuci tangan. Pelanggar protokol kesehatan juga dikenakan sanksi dengan memilih menyanyikan lagu Indonesia Raya, melafalkan Pancasila, dan bagi mereka yang muda dan sehat bisa push up semampunya.

“Kalau enggak punya masker, maka kami beri. Tapi kalau dilihat secara grafik, sudah terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan,” ujarnya.

Operasi gabungan itu dihadiri Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dan sejumlah anggota DPRD. Anggota Komisi B DPRD Jateng, Siti Ambar Fathonah, turut memberikan sosialisasi pada mereka yang terjaring operasi gabungan.

Baca Juga : Satgas Ungkap Angka Kesembuhan Covid-19 Meningkat 4,4% Minggu Ini

“Masker harus dipakai. Anggap saja diri kita atau teman kita itu terkena (Covid-19). Jadi harus waspada dan saling melindungi,” katanya.

Baca Juga : Sudah 6 Minggu 94 Kabupaten/Kota Masuk Zona Oranye Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini