Persiapan Sekolah Tatap Muka, Guru di Tangsel Rapid Test Berkala

Hambali, Okezone · Selasa 13 Oktober 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 65 2292902 persiapan-sekolah-tatap-muka-guru-di-tangsel-rapid-test-berkala-gUq9xaTZfD.jpg (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menargetkan rapid test, sebanyak 3.700 guru dan tenaga pendidik. Langkah itu dilakukan secara bertahap dari tingkat SD dan SMP.

Data Satgas Covid, Selasa (13/10/2020), penyebaran corona di Kota Tangsel cukup terkendali. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya wilayah yang mulai berstatus zona kuning dan hijau. Sedangkan zona merah hanya berada di 3 titik di Kelurahan Serpong, Lengkong Gudang dan Jurang Mangu Barat.

Hal itu memicu optimisme dibukanya kembali aktivitas belajar tatap muka di sekolah. Pasalnya, angka penyebaran Covid-19 kian melandai.

(Foto: Hambali/Okezone)

"Upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya paparan virus corona pada guru dan karyawan, baik SD atau SMP, agar saat menjalani tugas pembelajaran jarak jauhnya dalam keadaan sehat," kata Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono, kepada Okezone.

"Selain memastikan kesehatan guru dan tenaga pendidikan secara berkala, kita juga sekaligus mempersiapkan apabila sekolah tatap muka dibuka kembali," sambungnya.

Baca juga: Klarifikasi Disdik DKI, Belum Ada Sekolah Tatap Muka saat PSBB Transisi

Pada Senin 12 Oktober 2020, rapid test massal dilakukan di SDN Pondok Kacang Barat 03, Pondok Aren. Sebelumnya, sekolah-sekolah lain melakukan hal yang sama dengan merapid para guru, pegawai dan tenaga pendidikan lainnya.

"Kita menarget 3.700 orang, dan sudah kita mulai dari beberapa waktu lalu. Alhamdulillah semua sehat-sehat," ucap Taryono.

Sementara itu, proses pembelajaran siswa di Tangsel masih menggunakan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Di mana teknisnya adalah melalui daring atau online serta luar jaringan (luring), bagi para siswa yang terkendala penggunaan gawai.

"Walaupun tatap muka diganti dengan PJJ, kita yakin pembelajaran tetap bisa maksimal. Semua telah ada dalam ketentuan di kementerian. Sekalipun ada siswa yang terkendala penggunaan gawai ya kita sudah antisipasi dengan luring itu," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini