Pemilu AS 2020, Warga Antre 11 Jam di TPS untuk Berikan Suaranya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 18 2293425 pemilu-as-2020-warga-antre-11-jam-di-tps-untuk-berikan-suaranya-MRsi3zku8U.jpg Antrean pemilih yang akan memberikan suaranya pada pemilihan umum AS 2020. (Foto: Twitter)

ATLANTA - Antusiasme warga Amerika Serikat (AS) untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden 2020 terlihat dari antrean panjang yang terbentuk di sejumlah tempat pemungutan suara di berbagai daerah.

Di salah satu TPS, warga bahkan harus mengantre hingga 11 jam untuk memberikan suara mereka, seperti yang dialami oleh satu keluarga di Georgia.

"Kami berhasil," kata Johnta Austin dalam satu video viral yang direkam saat mereka mencapai antrean depan. Dia menggambarkan proses yang panjang itu sebagai sebuah "kehormatan".

BACA JUGA: Serba-Serbi Pilpres AS 2020, Mengenal Electoral College dan Swing States

Dengan pemungutan suara awal yang berlangsung di sebagian besar AS, foto-foto dan video media sosial menunjukkan antrean panjang manusia. Mereka terkadang menunggu berjam-jam, dengan sabar mengantre menuju tempat pemungutan suara.

Beberapa warga Afrika-Amerika, termasuk jurnalis Roland Martin di Texas, mengatakan mereka menangis ketika menemukan para pemilih yang termotivasi di pagi hari pemungutan suara.

Dalam video yang menunjukkan tanda Black Lives Matter di gedung, Martin mengatakan dia menangis setelah menemukan "antrean panjang setelah pemungutan suara dibuka 27 menit", dan dia bersiap untuk memberikan suara dengan mendengarkan lagu-lagu protes dari musim panas ini.

BACA JUGA: Pemilu AS 2020 Ternyata Tidak Hanya untuk Memilih Presiden, Ini Faktanya

Diwartakan BBC, sebagian besar orang Amerika yang menggunakan internet untuk menunjukkan kebanggaan mereka memilih adalah orang kulit hitam. Mereka mengatakan bahwa suara mereka adalah kelanjutan dari perjuangan hak-hak sipil, yang menurut mereka telah diperkuat oleh gerakan Black Lives Matter.

"Souls to polls," adalah salah satu slogan yang di-retweet di antara komunitas kulit hitam AS.

Di Georgia, tempat pemungutan suara sendiri dimulai pada Senin (12/10/2020), hari libur federal, beberapa pemilih tiba sebelum fajar untuk mengantre. Sementara di Texas, warga telah diingatkan untuk mengantre sejak pagi mempersiapkan diri dengan membawa air, kursi dan payung agar lebih nyaman berada di barisan.

Namun, meski banyak warga AS melihat antrean panjang sebagai bentuk antusiasme pemilih, reaksi global terkait hal ini sangat berbeda. Banyak warganet dari luar AS yang melihat antrean panjang sebagai bentuk ketidakberesan dalam pengaturan pemilihan AS.

Seorang warga Kanada berkomentar bahwa dia “menunggu bus lebih lama daripada menunggu untuk memberikan suaranya”. Sementara seorang pria Inggris mengatakan bahwa dia “tidak pernah satu kali pun mengantre untuk memberikan suara” selama 58 tahun hidupnya.

Bahkan seorang pria di India mengatakan bahwa negaranya, yang menangani surat suara terbanyak di dunia, dan memiliki tingkat buta huruf yang lebih tinggi dari AS, tidak pernah melihat antrean panjang dalam pemilihan umumnya.

Responden di Norwegia, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya mengatakan ada banyak tempat untuk menyerahkan surat suara sebelumnya dan tidak seperti di AS, sebagian besar tempat pemungutan suara dapat dicapai dengan berjalan kaki dari rumah.

Dari Jerman hingga Israel, orang juga mengingatkan orang Amerika bahwa tidak seperti di AS, pemungutan suara dilakukan pada hari libur dan akhir pekan.

Tiga pekan sebelum hari pemilihan, diperkirakan sekira 11 juta orang Amerika telah memberikan suara. Georgia pada Senin mencatat rekor dengan 126.876 telah memberikan suaranya lebih awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini