Ridwan Kamil: Seperti Minum Obat, Jabar Dilanda Bencana 3 Kali Sehari

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 14 Oktober 2020 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 525 2293787 ridwan-kamil-seperti-minum-obat-jabar-dilanda-bencana-3-kali-sehari-ygE4iRYNKc.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Dok BNPB)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, dalam sehari bisa terjadi 3 kali bencana di wilayah Jabar. Bencana tersebut, sebut Ridwan Kamil, mayoritas berkaitan dengan hidrologis.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, berdasarkan data kebencanaan, setiap tahunnya, terjadi 1.500 hingga 2.000 peristiwa bencana. Jika dibagi 365 hari, setiap harinya terjadi 3 peristiwa bencana alam.

"Kayak makan obat. Sehari tiga kali dan mayoritas kebencanaan di Jawa Barat berkaitan dengan hidrologis, urusan air. Daerah tengah ke utara yang datar banjir, daerah tengah ke selatan longsor, tapi semuanya sumbernya air," ujarnya di Bandung, melansir Sindonews, Rabu (14/10/2020).

Menyikapi persoalan tersebut, pihaknya telah membuat cetak biru Provinsi Tangguh Bencana atau West Java Resilience Province yang di dalamnya memuat kesiapan anggaran, kesiapsiagaan, kedaruratan, jaringan, hingga edukasi kebencanaan kepada anak-anak usia sekolah hingga orang dewasa.

Gubernur menuturkan, adanya fenomena La Nina yang diprediksi mengakibatkan curah hujan di Indonesia, termasuk Jabar pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuat Pemprov Jabar meningkatkan kewaspadaan. Dia mengaku, telah menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Jabar untuk menetapkan status siaga 1.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, di lain sisi daerah kini tengah mengalami kendala berkaitan dengan pendapatan daerah akibat pandemi Covid-19. Dia mencontohkan, pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor turun menyusul melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Orang menahan diri belanja kendaraan bermotor karena isu pajak 0% belum jelas karena ada uang muka yang tinggi, akibatnya pembelian kendaraan bermotor turun," sebutnya.

Karena turun, maka pendapatan Jawa Barat turun. "Sehingga kita akan banyak memotong kegiatan-kegiatan yang hadirnya di 2020 masih dibahas, tapi intinya pelaksanaannya lebih perhatian, termasuk program-program Gubernur juga banyak yang dipotong untuk memastikan kita fokus pada hal-hal yang survival atau wajib," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini