Presiden Kyrgyztan Sooronbay Jeenbekov Mengundurkan Diri

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 18 2294234 presiden-kyrgyztan-sooronbay-jeenbekov-mengundurkan-diri-2Wd0Yf55Vg.jpg Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov (kanan) mengundurkan diri sehari setelah menyetujui pengangkatan Sadyr Japarov (kiri) sebagai Perdana Menteri. (Foto: Kantor Pers Kepresidenan Kyrgyzstan)

BISHKEK - Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov telah mengundurkan diri pada Kamis (15/10/2020) setelah protes berhari-hari menyusul sengketa pemilihan umum yang menjerumuskan negara itu dalam kekacauan.

"Saya tidak ingin tercatat dalam sejarah Kyrgyzstan sebagai presiden yang menumpahkan darah dan menembak warganya sendiri," kata Jeenbekov dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC.

Kyrgyzstan saat ini berada dalam krisis sejak pemilihan parlemen pada 4 Oktober yang memicu protes dan kerusuhan di seluruh negeri. Rangkaian demonstrasi memaksa pejabat pemilihan untuk membatalkan hasil penghitungan suara, dan juga menggulingkan pemerintah.

BACA JUGA: Demonstran Serbu Gedung Parlemen Kyrgyztan, Bakar Sebagian Bangunan

Jeenbekov menjadi presiden ketiga Kyrgyztan yang digulingkan oleh pemberontakan rakyat sejak 2005. Negara Asia Tengah itu memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991.

Ketika meninggalkan kantor Jeenbekov menyerukan perdamaian, memperingatkan bahwa Kyrgyztan berada di ambang konflik.

"Militer dan aparat keamanan akan diwajibkan menggunakan senjatanya untuk melindungi kediaman negara. Darah pasti akan tumpah. Saya mengimbau kedua belah pihak untuk tidak terpancing provokasi," katanya.

Dia juga meminta Perdana Menteri Sadyr Japarov yang baru diangkat dan politisi oposisi lainnya untuk "membawa pendukung mereka pergi" dari ibu kota sehingga perdamaian dapat kembali ke Bishkek.

BACA JUGA: Kyrgyzstan di Ambang Perang Saudara

Kerusuhan dimulai setelah demonstran turun ke jalan-jalan ibu kota dan menyerbu gedung-gedung pemerintah, menuntut pemungutan suara baru dan pengunduran diri Jeenbekov, yang pro-Rusia.

Mereka mengatakan hasil pemilu telah dicurangi, klaim yang menurut pengawas internasional "kredibel" dan menyebabkan "keprihatinan serius", ketika kelompok saingan bentrok untuk mendapatkan kekuasaan, dengan beberapa politisi mengajukan tawaran untuk menjadi perdana menteri.

Lebih dari 1.200 orang terluka dan satu orang tewas dalam bentrokan jalanan sejak protes meletus.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (14/10/2020), Jeenbekov memberikan persetujuannya untuk pengangkatan Japarov sebagai PM baru setelah parlemen memilihnya untuk kedua kalinya. Japarov adalah seorang politisi nasionalis yang telah menjalani hukuman penjara sampai dia dibebaskan oleh pendukungnya pekan lalu.

Perdana menteri baru bersikeras saingannya untuk meninggalkan kantor, dan para pendukungnya menentang keadaan darurat untuk berbaris di kediaman presiden pada Kamis, didukung oleh militer.

Ketua parlemen Kyrgyzstan mengambil alih sebagai kepala negara sementara, tetapi pendukung Japarov ingin dia mengundurkan diri juga, meninggalkan PM sebagai pemimpin utama negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini