Polisi Bongkar Pemalsuan Suket Rapid Test Covid-19

Sigit Dzakwan, iNews · Kamis 15 Oktober 2020 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 340 2294010 polisi-bongkar-pemalsuan-suket-rapid-test-covid-19-qYnQ6fyktM.jpg Rilis kasus pemalsuan suket rapid test covid-19. Foto: Sigit Dzakwan

KOTAWRAINGIN BARAT - Satuan Reskrim Polres Kotawaringin Barat (Kobar), membongkar kasus pemalsuan surat keterangan (suket) rapid testt Covid-19. Pelaku adalah seorang karyawan perusahan kontraktor di Pangkalan Bun, Kobar.

Tersangka Aditya Dories Pratama merupakan karyawan yang sedang tinggal sementara di Jalan Udan Said Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

“Jadi tersangka ini memalsukan sebanyak 8 suket rapid testt bagi pekerjanya yang akan pulang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai tujuan Semarang, Jawa Tengah,” ujar Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani, Kamis (15/10/2020).

Ia menjelaskan, berawal dari laporan petugas KKP Pelabuhan Panglima Utar Kumai ke Polres Kobar pada Rabu (14/10/2020). Ketika itu petuga mencurigai 8 surat rapid testt Covid-19 yang dibawa penumpang kapal tujuan Semarang.

Sebab nomor laboratoriumnya sama semua, yang beda hanya nama dan alamat penumpang kapal. “Tersangka membuat suket palsu rapid testt dengan cara men-scan suket yang asli terlebih dahulu atas nama Muslikin yang di keluarkan oleh Laboratorium Klinik Mitra Sehat Pangkalan Bun,” ujar Rendra.

Baca Juga: Surat Bebas Covid-19 Diperjual-Belikan, DPR Minta Pelaku dan Pengguna Ditindak Tegas

Kemudian pelaku menggandakannya sebanyak 8 kali dan hanya menganti nama sesuai nama orang yang akan pulang ke Pulau Jawa. Delapan orang ini merupakan buruh proyek di tempat pelaku bekerja.

“Yang dibuatkan ya buruhnya sendiri mau pulang ke Jawa. Supaya tidak keluar biaya untuk biaya rapid testt lalu dia nekat memalsukannya,” ujar Rendra lagi.

Namun kata dia, pelaku ini terbilang ceroboh dan nekat, sebab pelaku hanya mengedit nama, tempat tanggal lahir, dan alamat.

Baca Juga: Bawa Hasil Swab Test Palsu, Mahasiswa Asal Papua Diamankan di Bandara Soetta 

“Sehingga nomornya seluruhnya sama, setelah selesai hasil editan tersebut diprint di BIF dan hasilnya diserahkan kepada para pekerja yang akan pulang,” ucapnya.

Barang bukti yang diamankan polisi yakni 1 (satu) lembar surat keterangan Rapid testt Asli atas nama Muslikin, 8 lembar Surat Keterangan Rapid testt yang diduga Palsu, satu laptop, dan satu lembar nota. “Pelaku kita jerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP ancaman pidana 6 tahun penjara,” ucap Rendra.

Sementara tersangka Aditya mengaku nekat memalsukan suket rapid test Covid-19 karena ingin meringankan pengeluaran biaya buruh.

“Ya saya ingin membantu buruh saya saja supaya tidak mengeluarkan biaya rapid test yang lumayan mahal. Saya tahu itu salah, tapi ya sudah lah akan saya pertanggungjawabkan kesalahan saya,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini