9 Orang Ditahan Terkait Pemenggalan Guru karena Kartun Nabi Muhammad di Prancis

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 18 Oktober 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 18 2295396 9-orang-ditahan-terkait-pemenggalan-guru-karena-kartun-nabi-muhammad-di-prancis-5eDNp95MUP.jpg Garis polisi. (Ilustrasi/Foto : Shutterstock)

PARIS – Kepolisian Prancis menangkap sembilan orang terkait kasus pemenggalan seorang guru sekolah di jalan pinggiran Kota Paris, Jumat (16/10/2020)

Para penyelidik memastikan apakah penyerang yang ditembak mati polisi bertindak sendiri atau memiliki kaki tangan. Media Prancis melaporkan, pelaku berusia 18 tahun asal Chechnya.

“Para saksi mendengar penyerang berteriak Allahu Akbar,” kata sumber kepolisian, melansir Sindonews, Minggu (18/10/2020).

Korban merupakan seorang guru sejarah yang awal bulan ini menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas kewarganegaraan tentang kebebasan berekspresi.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut insiden tersebut sebagai terorisme. Empat kerabat penyerang, termasuk seorang anak di bawah umur, ditahan beberapa jam setelah serangan di pinggiran kota kelas menengah Conflans-Sainte-Honorine.

Lima orang lagi ditahan semalam, di antaranya dua orangtua murid di College du Bois d'Aulne, tempat guru itu bekerja.

Para pemimpin Muslim mengutuk pembunuhan tersebut. Banyak tokoh publik menganggap aksi itu sebagai serangan terhadap inti kenegaraan Prancis dan nilai-nilai sekularisme serta kebebasan beribadah dan berekspresi.

Sementara itu, Imam Masjid Bordeaux, Tareq Oubrou, menolak anggapan pembunuhan itu menandai benturan peradaban.

"Ini bukanlah peradaban yang membunuh orang yang tidak bersalah, ini adalah kebiadaban," kata Oubrou kepada France Inter.

Dia menambahkan, serangan mematikan oleh militan atau simpatisannya merugikan komunitas Muslim Prancis.

Baca Juga : Guru Dipenggal Muridnya karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad

“Setiap hari yang berlalu tanpa kejadian kami bersyukur. Kami berada di antara palu dan landasan. Itu menyerang Republik, masyarakat, perdamaian dan inti dari agama, yaitu tentang kebersamaan,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini