Tingkatkan Kompetensi Guru, SMA Pradita Dirgantara Gelar In House Training Model Pembelajaran

Tim Okezone, Okezone · Minggu 18 Oktober 2020 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 65 2295487 tingkatkan-kompetensi-guru-sma-pradita-dirgantara-gelar-in-house-training-model-pembelajaran-p3E5vTCcsz.jpg SMA Pradita Dirgantara selenggarakan in house training "Model Pembelajaran" untuk meningkatkan kompetensi guru.

JAKARTA – Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru, SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah, menyelenggarakan In House Training “Model Pembelajaran”, pada Sabtu (17/10/2020). Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Plt Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Negeri Semarang, Dr Hendi Pratama MA, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah bidang Akademik, M Ridwan Aziz, MPd menyampaikan, guru perlu meningkatkan kemampuan mengajar, khususnya dalam menggunakan berbagai model pembelajaran yang mengakomodasi siswa agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.

“Dengan diadakannya In House Training ini diharapkan dapat membekali guru dalam menguasai berbagai model pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran,” kata Aziz dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

SMA Pradita Dirgantara selenggarakan In House Training Model Pembelajaran bagi para guru. (Dok SMA Pradita Dirgantara)

Sementara Hendi Pratama menyampaikan, penerapan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam mencapai kompetensi dasar sangat penting.

“Sebagai seorang guru kita perlu melibatkan peran aktif dan partisipasi dari siswa sehingga student-centered learning dapat diterapkan dengan baik,” ujar Hendi.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan student-centered learning, yaitu siswa bertanggung jawab atas pembelajaran; guru memfasilitasi; siswa mencari tahu bahan yang tidak dibahas di kelas; perbanyak pertanyaan terbuka; perbanyak studi kasus; serta kombinasi antara pembelajaran individu dan pembelajaran kolektif.

“Guru perlu untuk mempersiapkan beberapa hal sebelum mulai untuk mendesain pembelajaran di antaranya pembelajaran tersebut harus berfokus pada aktivitas dan keterlibatan siswa, mengurangi proporsi ceramah pengajar (ceramah tetap dibutuhkan), memancing rasa penasaran siswa, siswa harus bertanggung jawab selama proses pembelajaran karena pengetahuan atau keterampilan yang melibatkan siswa lebih cepat dikuasai dan akan bertahan lebih lama,” tutur Hendi.

Dalam In House Training tersebut, guru-guru dibagi dalam beberapa kelompok sesuai rumpun mata pelajaran yang diampu. Kemudian guru-guru diminta berdiskusi dan mempraktikkan penerapan model pembelajaran yang sudah disampaikan pembicara. Dalam kesempatan itu, para guru menerapkan model pembelajaran small group discussion, simulasi, discovery learning, self-directed learning, cooperative learning, collaborative learning, contextual instruction, project based learning, dan problem based learning.

Menurut guru fisika bernama Nanang Adi Prayitno, In House Training ini sangat bermanfaat baginya karena dapat lebih mengerti tentang konsep model pembelajaran dan bagaimana mendesain dan menerapkan model pembelajaran tersebut.

Baca Juga : Mendikbud Minta Guru Jadikan Pandemi Covid-19 Sebagai "Laboratorium Bersama"

“Saya bersama guru-guru fisika lainnya tadi mencoba menerapkan contextual instruction ketika diberi kesempatan untuk mempraktikan model pembelajaran dalam mengajar fisika. Menurut saya model pembelajaran tersebut dapat membantu kami dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas,” tutur Nanang.

Baca Juga : Sekolah Virtual Solusi untuk Keluarga Tak Mampu di Pelosok

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini