Kisah Ngeri Penjara Korut, Para Tahanan Diperlakukan Lebih Buruk dari Binatang

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 18 2296709 kisah-ngeri-penjara-korut-para-tahanan-diperlakukan-lebih-buruk-dari-binatang-uhhh9icz8k.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

SEOUL – Kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan mengenai kondisi para tahanan di Korea Utara yang disiksa dan dipermalukan untuk memaksa mereka mengaku. Laporan itu mengatakan bahwa para tahanan diperlakukan “lebih buruk dari pada binatang”.

Dalam laporannya, Human Rights Watch yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menuduh sistem penahanan praperadilan di Korea Utara memperlakukan para tahanan secara tidak manusiawi.

Kelompok itu mengatakan telah mewawancarai puluhan tahanan Korea Utara, beberapa di antaranya mengatakan mereka dipaksa duduk diam di lantai, baik berlutut atau dengan kaki disilangkan, hingga 16 jam sehari. Kesaksian-kesaksian mengejutkan itu digunakan untuk menyoroti apa yang disebut sebagai kondisi tidak manusiawi di fasilitas penahanan, yang sering kali merupakan penyiksaan.

BACA JUGA: Pidato di Parade Militer, Kim Jong-un Menangis, Minta Maaf kepada Rakyat Korut

Karena Korea Utara adalah negara "tertutup", sangat sedikit yang diketahui tentang sistem peradilan pidana, tetapi negara tersebut telah dituduh melakukan pelanggaran hak luas oleh PBB dan kritikus lainnya.

Diwartakan Telegraph, orang-orang yang diwawancarai mengungkapkan bagaimana mereka dianiaya sebagai tahanan di mana mereka dipukuli dengan tongkat atau ditendang yang menurut mereka "sangat kasar" pada tahap awal penahanan praperadilan.

"Peraturan mengatakan tidak boleh ada pemukulan, tetapi kami membutuhkan pengakuan selama penyelidikan dan tahap awal pemeriksaan pendahuluan,” kata seorang mantan petugas polisi sebagaimana dilansir Mirror.

"Jadi, Anda harus memukul mereka untuk mendapatkan pengakuan."

Hukuman yang dilaporkan termasuk memukul, menggunakan tangan, tongkat, atau ikat pinggang kulit, untuk memaksa mereka berlari berputar-putar sebanyak 1.000 kali.

BACA JUGA: Jika Mantan Napi Masih Mengoceh, Korut Tidak Lepaskan Warga AS

"Jika saya atau orang lain pindah (di dalam sel), para penjaga akan memerintahkan saya atau semua teman satu sel untuk mengulurkan tangan kami melalui jeruji sel dan akan menginjak mereka berulang kali dengan sepatu bot mereka," kata Park Ji Cheol, seorang mantan tahanan.

Yoon Young Cheol, mantan tahanan lainnya, menambahkan: "Di sana, Anda hanya diperlakukan seperti Anda tidak lebih berharga dari seekor hewan, dan pada akhirnya Anda akan menjadi seperti itu."

Beberapa wanita yang diwawancarai bersaksi tentang kekerasan seksual yang merajalela di fasilitas tersebut.

Kim Sun Young, mantan pedagang berusia 50-an yang melarikan diri dari Korea Utara pada 2015 mengatakan dia telah diperkosa oleh interogatornya di sebuah pusat penahanan.

Dia mengatakan bahwa petugas polisi menyerangnya secara seksual dengan menyentuhnya di balik pakaiannya saat menginterogasinya. Kim mengatakan dirinya "tidak berdaya untuk melawan" saat menerima perlakuan itu.

Human Rights Watch telah menyerukan Pyongyang untuk "penyiksaan endemik dan perlakuan kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat dalam penahanan" dan mendesak Korea Selatan, Amerika Serikat dan negara anggota PBB lainnya untuk "secara terbuka dan pribadi menekan pemerintah Korea Utara".

Ini bukan pertama kalinya Korea Utara dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Negara itu telah dituduh oleh PBB atas pelanggaran hak asasi manusia yang "sistematis, meluas dan berat" yang berkisar dari penyiksaan, pembunuhan di luar hukum hingga menjalankan kamp penjara.

Pyongyang menyatakan bahwa mereka melindungi dan mempromosikan "hak asasi manusia yang sejati", dan mengatakan tidak ada pembenaran bagi Barat untuk mencoba menetapkan standar hak asasi manusianya di seluruh dunia. Negara terisolasi itu mengutuk kritik internasional atas masalah tersebut sebagai kampanye kotor untuk merusak "sistem sosialisnya yang sakral".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini