Berulang Kali Ganggu Keamanan, Bukti KKSB Tak Dukung Pembangunan di Papua

Chanry Andrew S, iNews · Selasa 20 Oktober 2020 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 340 2296794 berulang-kali-ganggu-keamanan-bukti-kksb-tak-dukung-pembangunan-di-papua-tWgDibNT4R.jpg Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan. (Foto: iNews)

JAYAPURA – Kelompok Separatis Kriminal Bersenjata (KKSB) kembali berulah, kali ini mereka menembak kendaraan Pemda yang mengangkut logistik milik TNI di Serambakon, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa pagi (20/10).

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan selaku Dankolakops membenarkan bahwa anggotanya dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 312/KH Pos Serambakon saat melakukan perjalanan menuju Oksibil menggunakan mobil dinas Pemda untuk mengambil logistik ditembaki oleh KSB dari jarak 200-an meter.

BACA JUGA: TNI Baku Tembak dengan KKSB di Intan Jaya Papua 

“Dari kejadian ini anggota saya mengalami luka ringan dan tidak mengkhawatirkan. Saat ini mereka sudah mendapat tindakan medis ringan di RSUD Oksibil”, ujar Izak kepada wartawan di Jayapura, Selasa (20/10/2020).

Brigjen TNI Izak Pangemanan menjelaskan, Anggota dari Satgas Pamtas 312/KH yang terluka yakni Prada Haldan terkena serpihan proyektil pada kaki dan Prada Goesmansyah mengalami memar pada dada sebelah kiri akibat benturan kendaraan.

Izak menuturkan serangkaian gangguan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bukti nyata bahwa KKSB tidak menghendaki daerahnya untuk dibangun dan tidak menghendaki masyarakat untuk hidup yang lebih baik dan memiliki masa depan yang cerah.

“Keberadaan TNI baik di Serambakon maupun di daerah lainnya tujuannya sudah jelas. TNI ada untuk membantu pemerintah daerah dalam membangun daerahnya, juga membantu masyarakat agar ada solusi-solusi terhadap kesulitan masyarakat yang ada di daerah tersebut”, tuturnya.

BACA JUGA: Penyerangan Anggota TNI di Papua Dilakukan Kelompok Lamek Taplo

Dengan kejadian ini pula, kata Danrem, semakin menunjukkan dan semakin terbukti bahwa KKSB tidak memihak pembangunan dan tidak memihak masyarakat, mereka (KKSB) hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan semakin biadab.

Seperti diketahui bersama sederatan teror yang sudah di lakukan adalah pembunuhan tukang ojek, Saly (27 tahun) di distrik Oksob pada Kamis (27/02/2020) dan penembakan pesawat CASA CN A-2909 milik TNI-AU pada Senin (23/03/2020) silam, sehingga mengakibatkan masyarakat ketakutan dan penerbangan juga di hentikan.

“Mereka (KKSB) menginginkan keamanan terganggu sehingga semua tidak berjalan seperti roda perekonomian tidak berjalan, roda pemerintahan tidak berjalan. Maka dari itu mereka adalah kelompok kriminal yang harus kita lawan bersama, baik masyarakat, pemerintah daerah dan seluruh komponen lainnya kita harus bersatu karena jelas-jelas mereka tidak memihak masyarakat”, tambahnya.

Izak menekankan bahwa upaya TNI untuk membantu Pemda harus terus dilakukan dan tidak boleh terhenti hanya karena ada gangguan-gangguan dari kelompok bersenjata yang bersebrangan. 

”Pembangunan harus terus berjalan, dengan demikian maka kehidupan masyarakat Papua akan semakin baik kedepanya”, tegas Danrem.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini