Nenek 62 Tahun Ditangkap Usai Beli Udang Pakai Uang Palsu

Kuntadi, Koran SI · Rabu 21 Oktober 2020 22:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 510 2297470 nenek-62-tahun-ditangkap-usai-beli-udang-pakai-uang-palsu-vkEuDSzc7L.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

KULONPROGO – Berdalih menjadi korban penipuan, seorang nenek asal Purworejo, Jawa Tengah, SGY (62) nekat mengedarkan uang palsu (upal). Dia pun ditangkap pedagang Pasar Bendungan, Kulonprogo pada Minggu 11 Oktober 2020 sebelum diserahkan ke polisi.

“Tersangka ini kami amankan dari Pasar Bendungan, saat membeli udang dan mie menggunakan uang palsu,” kata Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan, di Mapolres Kulonprogo, Rabu (21/10/2020).

Polisi telah meminta keterangan dari pelaku. Awalnya, dia datang ke Pasar Bendungan dengan naik angkutan. Di pasar itulah pelaku membeli udang dengan uang palsu pecahan Rp100.000. Setelah mendapatkan kembalian, dia pindah ke pedagang lain untuk membeli mie dan penyedap rasa.

Saat hendak membayar, pembeli mengenali uang tersebut palsu. Pelaku kemudian diamankan pedagang dan petugas keamanan pasar, sebelum diserahkan ke polisi.

 Uang Palsu

Pelaku mengaku mendapatkan uang tersebut dari seseorang yang tidak dia kenal. Orang itu datang ke rumahnya untuk membeli kambing seharga Rp1 juta. Ternyata uang itu seluruhnya palsu.

“Uang palsu yang diperoleh itu dia edarkan lagi untuk membeli udang,” katanya.

Polisi saat ini masih melakukan pengembangan dengan memburu pedagang kambing. Sedangkan SGY telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan barang bukti dompet coklat, dan sembilan lembar uang palsu pecahan Rp100.000, udang mi dan penyedap rasa.

Sementara pelaku mengaku bingung karena telah ditipu seorang pria yang datang ke rumahnya untuk membeli kambing. Uang yang diterimanya semuanya palsu. Sedangkan dia butuh uang untuk memenuhi kebutuhan.

“Uang penjualan kambing itu semuanya palsu,” katanya.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 244 atau 245 KUHP subsider Pasal 63 ayat 3 Jo 62 ayat 2 Undang-Undang nomor 27 tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Bank dan Nonbank, Bank Indonesia, Kadek Budi Arsana mengatakan, untuk mengenali keaslian uang rupian dengan 3D (dilihat, diraba dan diterawang). Bank Indonesia telah melakukan edukasi kepada masyarakat dengan menggunakan iklan layanan masyarakat.

“Uang asli itu telah dilengkapi tiga level pengamanan. Masyarakat harus jeli ketika mendapatkan uang,” katanya.

Untuk memudahkan pengenalan, masyarakat bisa menggunakan alat bantu sinar Ultraviolet yang banyak dipakai di meja kasir. Selain itu nomor seri setiap lembar uang pasti akan berbeda. Uang palsu biasanya warnanya juga akan lebih cepat pudar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini