Penyelidikan Ungkap Serangan Seksual Marak di Rumah Perawatan Jompo Australia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297840 penyelidikan-ungkap-serangan-seksual-marak-di-rumah-perawatan-jompo-australia-IGhSxcTdJa.jpg Ilustrasi. (Foto: FT)

CANBERRA - Diperkirakan 50 serangan seksual terjadi setiap minggu di seluruh sektor perawatan lansia Australia, demikian menurut sebuah penyelidikan nasional.

Sejak 2018, Komisi Kerajaan untuk Kualitas dan Keamanan Perawatan Lansia telah mengungkap pelecehan dan penganiayaan lansia yang meluas. Pada Kamis (22/10/2020), penyelidik mengatakan sekira 2.520 kekerasan seksual telah terjadi di panti jompo pada 2018-2019.

"Ini adalah aib nasional," kata penasehat Peter Rozen kepada penyelidikan tersebut sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Bisnis Panti Jompo di RI Tarik Minat Jepang & Australia

"Meskipun angka-angka ini mengganggu, bukti kurangnya tindak lanjut oleh departemen pemerintah Australia yang menerima laporan itu, atau lebih buruk lagi."

Kegagalan di sektor ini telah menarik perhatian besar tahun ini, dengan lebih dari 75% dari 903 kematian akibat virus corona Australia adalah penduduk lansia.

Tapi Rozen mengatakan bukti menunjukkan bahwa "perilaku seksual yang melanggar hukum" telah lama menjadi perhatian pemerintah Negeri Kanguru. Dia bahkan menambahkan hal itu diyakini mempengaruhi 13-18% penghuni panti jompo.

Banyak orang telah menempatkan kerabat yang lebih tua atau rentan di rumah perawatan dengan keyakinan bahwa itu akan lebih aman bagi mereka, tambahnya.

"Oleh karena itu sepenuhnya tidak dapat diterima bahwa orang-orang yang berada di panti jompo menghadapi risiko serangan yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tinggal di komunitas," kata Rozen.

Secara keseluruhan, para peneliti memperkirakan bahwa lebih dari 32.000 serangan, fisik, seksual dan emosional, telah terjadi dalam setahun di rumah-rumah semacam itu. Pelecehan dilakukan oleh pengasuh serta warga lainnya.

BACA JUGA: Lansia di Spanyol Ditelantarkan di Rumah-Rumah Jompo karena Wabah Virus Corona

Komisi Kerajaan untuk Kualitas dan Keamanan Perawatan Lansia, yang merupakan penyelidikan tertinggi Australia, didirikan pada 2018 setelah serangkaian skandal di rumah-rumah perawatan yang disubsidi pemerintah.

Badan ini telah menerima lebih dari 10.000 pengajuan publik yang merinci masalah kepegawaian, perawatan yang tidak memadai, dan hal-hal lainnya.

Meski mayoritas penghuni adalah lansia, ada juga kaum muda berusia 20-an yang dirawat di rumah -rumah perawatan di Australia.

Dalam laporan yang dirilis Oktober lalu, penyelidikan komisi menemukan bahwa sistem telah gagal untuk merawat "warga kita yang lebih tua, seringkali sangat rentan,".

Mereka menyalahkan peraturan yang tidak memadai dan masalah dengan staf yang terlalu banyak bekerja dan kekurangan sumber daya.

Penyelidikan juga menemukan bahwa pandemi Covid-19 tahun ini telah memperburuk masalah dalam sistem perawatan Australia. Ada kritik atas kurangnya persiapan pemerintah untuk sektor yang rentan, setelah puluhan rumah perawatan terkena wabah, khususnya di Victoria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini