Diduga Bawa Corona, Korut Peringatkan Warganya Akan "Debu Kuning" dari China

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 23 Oktober 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 18 2298341 diduga-bawa-corona-korut-peringatkan-warganya-akan-debu-kuning-dari-china-OgWSqW4GN4.jpg Foto: KCNA.

SEOUL - Korea Utara telah memperingatkan warganya untuk tetap tinggal di dalam rumah karena khawatir "debu kuning" yang berhembus dari China dapat membawa virus corona. Jalan-jalan ibu kota Pyongyang dilaporkan hampir kosong setelah peringatan itu diumumkan pada Kamis (22/10/2020).

Negara terisolasi itu mengklaim bebas dari virus corona tetapi telah meningkatkan kewaspadaannya waspada sejak Januari dengan penutupan perbatasan yang ketat dan pembatasan pergerakan.

BACA JUGA: Kim Jong-un Puji Penanganan Covid-19 Korut Sebagai "Sukses Gemilang"

Televisi Pusat Korea (KCTV) pada Rabu (21/10/2020) menyiarkan segmen cuaca khusus memperingatkan masuknya debu kuning dari China. KCTV juga mengumumkan larangan nasional pada pekerjaan konstruksi luar ruangan.

Debu kuning mengacu pada pasir dari gurun Mongolia dan China yang bertiup ke Korea Utara dan Selatan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Itu bercampur dengan debu beracun yang selama bertahun-tahun telah menimbulkan masalah kesehatan di kedua negara.

Pada Kamis, surat kabar Rodong Sinmun, corong pemerintah Korea Utara, mengatakan "semua pekerja harus dengan jelas mengenali bahaya serangan virus berbahaya" sebagai tanggapan terhadap awan debu, demikian dilaporkan BBC.

Kedutaan asing juga melaporkan menerima peringatan tentang masalah debu Pyongyang.

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Kim Jong-un, Perintahkan Tembak Mati Orang yang Dekati Perbatasan

Tidak ada hubungan antara awan debu musiman dari China dengan virus corona dan penyakit Covid-19.

Namun, Korea Utara bukanlah satu-satunya negara yang memperingatkan mengenai kaitan kedua hal tersebut. Menurut laporan BBC Turkmenistan juga mencurigai debu yang sarat virus menjadi alasan warga disuruh memakai masker. Mereka membantah berusaha menutupi wabah.

Debu telah menghilang dari semenanjung Korea pada Jumat (23/10/2020) dan diperkirakan akan tetap seperti itu pada akhir pekan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini