Bunuh Kucing Hamil dengan Air Mendidih, Karyawan Perusahaan Keamanan Dipecat

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 23 Oktober 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 18 2298597 bunuh-kucing-hamil-dengan-air-mendidih-karyawan-perusahaan-keamanan-dipecat-I7osD0ZjB7.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TAIYUAN - Seorang karyawan perusahaan keamanan di Taiyuan, Ibu Kota Provinsi Shanxi, China telah dipecat karena menyiram seekor kucing hamil dengan air mendidih dan membunuhnya.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang wanita meneriaki seorang pria yang menuangkan air mendidih dari botol termos ke seekor kucing dalam kandang. Video itu menjadi viral setelah diunggah pada Senin (19/10/2020).

BACA JUGA: Video Pembakaran Anak Kucing Viral, Hadiah Rp34,7 Juta Ditawarkan untuk Buru Pelaku

Video tersebut menarik perhatian publik yang luas karena bulu kucing it6u dibakar dan terdapat luka di sekujur tubuhnya. Kucing itu hamil, dan empat anak kucing yang belum lahir ditemukan mati setelah dia dikirim ke rumah sakit hewan terdekat.

Rumah sakit mengatakan lebih dari 70 persen tubuh kucing itu dibakar. Hewan itu menerima perawatan tetapi meninggal pada Rabu (21/10/2020), demikian diwartakan AsiaOne.

Polisi membawa pria itu ke kantor polisi terdekat untuk diselidiki setelah menerima laporan dari orang-orang di tempat kejadian. Menurut keterangan saksi mata, pria itu menghukum kucing tersebut karena memakan dagingnya.

BACA JUGA: Gegara Tembak Kucing Pakai Senapan Angin, Pria Ini Dipolisikan

Pada Selasa (20/10/2020), setelah seorang sukarelawan perlindungan hewan yang membantu menyelamatkan kucing itu mengatakan pria yang melecehkannya bekerja untuk sebuah perusahaan keamanan di Taiyuan. Perusahaan itu kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan telah memutuskan kontrak pria itu dan menawarkan 5.000 yuan (sekira Rp11 juta) ke rumah sakit untuk biaya perawatan kucing tersebut.

Asosiasi perlindungan hewan setempat mengatakan, pihaknya berharap mantan karyawan itu membuat permintaan maaf publik.

Pada Kamis (22/10/2020), keluarga pria itu meminta maaf atas tindakannya dalam sebuah video yang di-posting online dan mengatakan mereka akan menegurnya untuk memastikan kejadian seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi.

Undang-Undang tentang Perlindungan Hewan Liar melarang perdagangan dan penyalahgunaan hewan liar, tetapi tidak ada undang-undang di China yang mengatur tentang penyalahgunaan hewan peliharaan. Dengan semakin banyaknya kasus pelecehan hewan yang dilaporkan, semakin banyak suara yang menyerukan undang-undang semacam itu.

Selama sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional tahun ini, sejumlah deputi menyerukan undang-undang yang mewajibkan hukuman bagi mereka yang menganiaya hewan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini