Penyuap Hakim Merry Purba Meninggal Dunia saat Dirawat di RS

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 608 2299035 penyuap-hakim-merry-purba-meninggal-dunia-saat-dirawat-di-rs-ZBXDGKz7wa.jpg Terdakwan Tarmin Sukardi/semasa hidup usai diperiksa KPK (foto: Sindonews)

MEDAN - Tamin Sukardi, terpidana kasus suap terhadap hakim Merry Purba, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Royal Prima Medan, Sabtu (24/10/2020).

Pengusaha yang tercatat sebagai warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I-Tanjung Gusta Medan itu, disebut-sebut meninggal dunia dalam status terkonfirmasi Covid-19,

Dokter di Lapas Klas I-Tanjung Gusta, Victor Sidauruk membenarkan kabar meninggalnya Tamin Sukardi. Namun ia enggak berspekulasi penyebab kematian pemilik Resort Taman Simalem di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo itu.

"Iya benar, yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Meninggal saat dalam perawatan di RS Royal Prima Medan," sebutnya.

Baca juga:

Jaksa Ungkap Percakapan Pejabat MA Perintahkan Terdakwa 'Ngebom' Hakim

Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Merry Purba Terkait Suap Pengurusan Perkara

Hakim Merry Purba Didakwa Terima Suap 150 Ribu Dolar Singapura dari Pengusaha

Sementara itu, Kepala Seksi Perawatan pada Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Dakmenda, menyatakan Tamin Sukardi terkonfirmasi Covid-19 sejak 11 Oktober 2020. Tamin sempat dirawat di RS Bandung, kemudian dirujuk ke RS Royal Prima Medan.

Tamin Sukardi memang memiliki riwayat sejumlah penyakit. Itu mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan serangan Covid-19.

"Usianyakan sudah tua. Dia memiliki sakit bawaan, sehingga rentan terpaparnya Covid-19," sebut Dakmenda.

Untuk diketahui, Tamin Sukardi adalah seorang pengusaha terkenal di Medan. Dia kemudian terjerat kasus korupsi dan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Putusan terhadap Tamin dibacakan pada Kamis, 4 April 2019 lalu.

Dalam kasus itu, Tamin terbukti bersama-sama dengan Hadi Setiawan alias Erik menyuap hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan Merry Purba, sebesar 150.000 dollar Singapura. Penyerahan uang kepada Merry diberikan melalui panitera pengganti pada Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi.

Selain kepada Merry, Tamin juga berencana memberikan uang 130.000 dollar Singapura kepada hakim Sontan Merauke Sinaga. Pemberian uang tersebut untuk memengaruhi putusan hakim dalam perkara korupsi yang sedang ditangani Merry dan Sontan.

Perkara yang hendak dipengaruhi yakni dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini