Bayi Ditemukan di Toilet Bandara, Penumpang Qatar Airways Digeledah Telanjang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 18 2299637 bayi-ditemukan-di-toilet-bandara-penumpang-qatar-airways-digeledah-telanjang-LafH55Y2Nm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DOHA – Lebih dari selusin penumpang perempuan dipaksa menjalani penggeledahan yang “invasif” dan “memalukan” di Qatar setelah seorang bayi baru lahir ditemukan di toilet Bandara Internasional Hamad (HIA), Doha. Kejadian itu dilaporkan media Australia pada Minggu (25/10/2020).

Seven News Network melaporkan bahwa para penumpang perempuan di HIA, termasuk 13 warga Australia, diturunkan dari pesawat dan dipaksa menjalani penggeledahan di sebuah ambulans di atas tarmac sebelum penerbangan Qatar Airways dari Doha ke Sydney.

BACA JUGA: Penumpang Bandara Internasional Dikejutkan Penemuan Bayi di Toilet

Insiden itu terjadi setelah staf di bandara menemukan bayi yang baru lahir di toilet terminal.

Bayi itu tetap tidak teridentifikasi dan sedang dirawat.

Saksi mata mengatakan kepada media Australia bahwa penumpang telah naik ke penerbangan Qatar Airways sebelum para wanita disuruh turun. Sebanyak 13 wanita Australia dibawa ke ambulans di landasan pacu dan diberitahu untuk melepas pakaian dalam mereka sebelum diperiksa, kata laporan itu.

Al Jazeera melaporkan bahwa para wanita dalam penerbangan itu “diperiksa alat kelaminnya tanpa persetujuan”. Ditambahkan bahwa tidak ada penumpang yang diberitahu tentang penemuan bayi itu sebelum "pencarian telanjang" dimulai.

HIA tidak membantah insiden tersebut.

BACA JUGA: Bandara Balikpapan Geger, Ada Siswi SMA Melahirkan & Buang Bayinya di Toilet

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (25/10/2020) malam, HIA mengatakan bayi yang baru lahir ditemukan di bandara pada 2 Oktober dan pencarian ibunya dilakukan setelah profesional medis menyatakan keprihatinannya tentang kesejahteraannya dan meminta agar sang ibu ditemukan sebelum keberangkatannya.

“Orang-orang yang memiliki akses ke area spesifik bandara tempat bayi yang baru lahir ditemukan diminta untuk membantu penyelidikan,” kata HIA, tanpa menyebutkan apa yang ditanyakan kepada perempuan tersebut atau berapa banyak orang yang terkena dampak.

Pemerintah Qatar belum memberikan tanggapannya terhadap kejadian tersebut.

Sesama penumpang Wolfgang Babeck mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation. bahwa dia menyaksikan para wanita naik kembali ke pesawat, mencatat "banyak ... kesal, salah satunya menangis - wanita yang lebih muda".

Pemerintah Qatar belum menanggapi insiden yang terjadi pada 2 Oktober itu. Sementara Pemerintah Australia telah menyatakan keprihatinan serius terkait kejadian tersebut.

Pemerintah Australia mengatakan laporan menunjukkan perlakuan terhadap perempuan itu "di luar keadaan di mana perempuan dapat memberikan persetujuan tanpa paksaan". Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan telah merujuk insiden yang dia sebut "sangat mengganggu, ofensif, mengenai serangkaian peristiwa" ke Polisi Federal Australia dan akan "menentukan langkah selanjutnya" setelah menerima penjelasan dari pejabat Qatar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini