Gempa M5,1 Guncang Pohuwato Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

Subhan Sabu, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 340 2299791 gempa-m5-1-guncang-pohuwato-gorontalo-tidak-berpotensi-tsunami-joAYjOBYod.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

POHUWATO - Wilayah Pohuwato, Gorontalo diguncang gempa tektonik pada Senin, 26 Oktober 2020 sekira pukul 16.26 Wita. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo M 5,1.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,62 LU dan 121,49 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 53 km arah Barat Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada kedalaman 79 km.

Baca Juga:  43 Rumah Rusak Akibat Gempa di Pangandaran

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko mengatakan bahwa memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya subduksi utara Sulawesi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (Thrust Fault)," ujar Mengko, Senin (26/10/2020).

Guncangan gempa bumi ini menurut dia dirasakan di daerah Gorontalo Utara, Buol dengan skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Di Bone Bolango dan Parigi Moutong skala II-III MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Mengko.

Baca Juga:  Rawan Gempa, BPBD Jabar Antisipasi Potensi Tsunami di Pangandaran

Sampai saat ini hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Namun, kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini