Aniaya PRT, Dubes Filipina di Brasil Dipanggil Pulang

Agregasi VOA, · Selasa 27 Oktober 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 18 2300126 aniaya-prt-dubes-filipina-di-brasil-dipanggil-pulang-NSURbKH8fF.jpg Foto: Shutterstock.

BRASILIA - Duta Besar Filipina untuk Brasil telah dipanggil pulang untuk menghadapi penyelidikan setelah muncul video yang menunjukkan ia diduga menganiaya secara fisik seorang pembantu rumah tangganya (PRT) yang juga warga Filipina.

Dalam sebuah cuitan di Twitter, Senin (26/10/2020), Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. mengatakan bahwa diplomat yang diidentifikasi oleh sebagai Duta Besar Marichu Mauro, diminta segera pulang untuk menjelaskan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangganya itu.

BACA JUGA: PRT Asal Filipina Dipaksa Minum Pemutih oleh Majikannya di Arab Saudi

Rekaman video dari kamera keamanan kediaman duta besar Filipina di Brasilia yang dipublikasikan kantor berita Brasil, menunjukkan seorang perempuan sedang menyiksa seorang perempuan lainnya. Perempuan yang melakukan penyiksaan diduga kuat adalah Mauro, sementara perempuan yang dianiaya dengan dijambak rambut dan dijewer telinganya adalah pembantunya.

Belum ada komentar langsung dari Mauro dan tidak jelas di mana dia berada pada Senin.

Kementerian Luar Negeri di Manila mengatakan PRT yang masih dirahasiakan identitasnya tersebut telah meninggalkan Ibu Kota Brasil, Brasilia pada 21 Oktober dan kembali ke Filipina.

“Kami telah menghubunginya untuk memastikan kesejahteraan dan kerjasamanya dalam penyelidikan,'' kata kementerian itu sebagaimana dilansir VOA.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, seorang pemimpin populis yang dikenal dengan bahasa kasarnya, telah berjanji untuk melindungi kesejahteraan pekerja Filipina di luar negeri, terutama para pekerja rumah tangga. Namun, laporan pelanggaran tetap merajalela, terutama di negara-negara Timur Tengah.

BACA JUGA: Jasad WN Filipina Ditemukan di Freezer, Duterte Larang Kirim PRT Ke Kuwait

Dalam pidato-pidato sebelumnya, Duterte telah meminta para pekerja luar negeri yang pulang untuk menampar petugas bea cukai bandara yang mencoba memeras mereka. Duterte juga berjanji untuk menindak tegas pegawai pemerintah yang melakukan pelanggaran seperti itu.

Filipina adalah sumber utama tenaga kerja dunia. Besarnya jumlah pendapatan yang dikirim pulang para pekerja luar negeri, yang mencakup sekitar 10% dari 100 juta lebih penduduk Filipina, telah membantu mempertahankan perekonomian negara itu selama puluhan tahun.

Banyak pekerja terpaksa meninggalkan keluarga mereka untuk mencari peluang yang lebih baik di luar negeri dan menghindari kemiskinan di dalam negeri.

Tapi penganiayaan yang dialami beberapa di antara mereka sangat mengerikan. Pada 2018, mayat seorang pembantu rumah tangga Filipina ditemukan tersimpan dalam lemari es di sebuah rumah di Kuwait, sehingga memicu kemarahan di Filipina dan mendorong pemerintahan Duterte untuk sementara waktu menghentikan pengiriman pekerja Filipina ke negara kaya minyak tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini