Malaysia Sebut Kartun Nabi Muhammad Bukan Hak Kebebasan Bicara

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 28 Oktober 2020 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 18 2300797 kecam-prancis-malaysia-sebut-kartun-nabi-muhammad-langgar-hak-kebebasan-bicara-yf3SMcWqlh.jpg Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein. (Foto: Bernama)

KUALA LUMPUR - Malaysia mengatakan pihaknya "sangat prihatin" atas "permusuhan terbuka” yang berkembang terhadap warga Muslim setelah pembunuhan brutal Samuel Paty, seorang guru, di Prancis.

Paty dipenggal oleh seorang remaja asal Chechnya di dekat sekolah tempatnya mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, pinggiran Paris setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad yang kontroversial kepada murid-muridnya.

"Secara prinsip, kami mengutuk keras retorika yang menghasut dan tindakan provokatif yang berusaha mencemarkan nama baik agama Islam," kata Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein dalam sebuah pernyataan yang dilansir Al Jazeera.

BACA JUGA: Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam, Kemlu RI Panggil Dubes Prancis

Dia mengatakan bahwa Malaysia berkomitmen menjunjung tinggi kebebasan berbicara dan berekspresi selama hak-hak tersebut dijalankan dengan menghormati dan tidak melanggar hak orang lain.

"Dalam konteks ini, merendahkan dan menodai Nabi dan mengaitkan Islam dengan terorisme tentu di luar cakupan hak-hak tersebut.”

Hishammuddin mengatakan Malaysia, yang populasi multi-etnisnya hanya lebih dari 60 persen Muslim, akan bekerja dengan komunitas internasional "untuk mempromosikan rasa saling menghormati di antara agama".

Menyusul pembunuhan Paty, telah terjadi beberapa serangan yang menargetkan warga Arab dan Muslim di Prancis, termasuk penusukan terhadap dua wanita di Menara Eiffel pekan lalu.

BACA JUGA: Negara Arab Serukan Boikot Produk Prancis Terkait Kartun Nabi Muhammad

Pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menunjukkan pandangan negatifnya terhadap Islam juga banyak dinilai turut mendorong permusuhan terbuka itu.

Dalam pidato tersebut Macron mengatakan Islam berada dalam krisis dan menegaskan akan mengambil tindakan guna mencegah pengaruh asing terhadap Islam di Prancis dengan rencana untuk mengakhiri sistem yang memungkinkan Imam untuk berlatih di luar negeri, mengurangi homeschooling, dan mengendalikan dana keagamaan.

Macron juga membela penerbitan kartun Nabi Muhammad dengan alasan “kebebasan berbicara”, setelah pembunuhan terhadap Paty. Dia mengatakan Prancis “tidak akan menyerahkan karikatur dan gambar, meski yang lain mundur.”

Pidato tersebut memicu kemarahan dari negara-negara Arab dan mayoritas Muslim yang mendorong seruan boikot terhadap produk Prancis dan diambilnya tindakan terhadap Macron. Sejumlah toko di Kuwait dan Qatar dilaporkan telah menyingkirkan produk-produk dari perusahaan Prancis dari raknya, sementara di Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan meminta rakyatnya untuk tidak membeli produk dari Prancis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini