Serangan Pisau di Konsulat Prancis di Jeddah, Seorang Penjaga Terluka

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 Oktober 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 18 2301636 serangan-pisau-di-konsulat-prancis-di-jeddah-seorang-penjaga-terluka-IjRCCwGzPr.jpg Ilustrasi.

JEDDAH - Seorang warga Saudi melukai seorang penjaga dalam serangan pisau di konsulat Prancis di Jeddah pada Kamis (29/10/2020). Serangan itu terjadi di hari yang sama dengan serangan pisau di sebuah gereja di Nice, Prancis yang menewaskan tiga orang.

“Penyerang ditangkap oleh pasukan keamanan Saudi segera setelah serangan itu. Penjaga dibawa ke rumah sakit dan nyawanya tidak dalam bahaya,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP.

BACA JUGA: 3 Orang Tewas dalam Penyerangan di Gereja Nice Prancis, 1 Dipenggal

Polisi di Provinsi Makkah, tempat Jeddah berada, mengatakan penyerangnya adalah seorang warga Saudi, tetapi tidak menyebutkan kewarganegaraan penjaga tersebut, yang mereka katakan mengalami luka ringan.

"Kedutaan Besar Prancis mengutuk keras serangan terhadap pos terdepan diplomatik, yang tidak bisa dibenarkan," katanya dalam sebuah pernyataan, mendesak warganya di Arab Saudi untuk melakukan "kewaspadaan ekstrem".

Keamanan di sekitar konsulat Jeddah kemudian tampak diperketat dengan mobil polisi Saudi yang terlihat berpatroli di sekitar kompleks secara berkala.

Di Riyadh, dua mobil polisi ditempatkan di luar kedutaan yang terletak di Kawasan Diplomatik dengan keamanan tinggi di kota itu, saat polisi Saudi mencegah orang yang lewat untuk mengambil foto.

BACA JUGA: Kecam Presiden Prancis Macron soal Kartun Nabi Muhammad, Khamenei : Tindakan Bodoh

Baik otoritas Saudi maupun kedutaan Prancis tidak memberikan indikasi apa pun tentang motivasi serangan itu.

Tetapi serangan itu terjadi setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan keras membela penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satire Prancis Charlie Hebdo dengan alasan kebebasan berbicara.

Macron juga mendapat kecaman dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta negara-negara mayoritas Muslim lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini