Libur Panjang, Pengunjung Tangkuban Parahu Naik 15%

Adi Haryanto, Koran SI · Sabtu 31 Oktober 2020 23:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 525 2302139 libur-panjang-pengunjung-tangkuban-parahu-naik-15-zb8Uo8QBZP.jpg Pengunjung tempat wisata Tangkuban parahu mengallami ppenimgkatan selama libur panjang (Foto : Okezone.com)

BANDUNG BARAT - Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu selama libur panjang akhir pekan ini mengalami kenaikan jika dibandingkan kondisi normal.

Meski kondisi cuaca sering diwarnai hujan, namun tidak menyurutkan wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke objek wisata yang kesohor dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini.

"Secara akumulasi pengunjung ada kenaikan dari sejak libur panjang hari pertama sampai sekarang sekitar 10-15%," kata Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Ruslan kepada SINDOnews, Sabtu (31/10/2020) sore.

Menurutnya, angka tersebut berdasarkan jumlah akumulasi kunjungan sejak hari Rabu - Jumat 28-30 Oktober 2020. Total kunjungan paling besar terjadi Kamis 29 Oktober 2020, dengan jumlah mencapai 3.000 pengunjung.

Angka kunjungan itu merupakan yang tertinggi setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Tren positif kunjungan ini, kata Ruslan, sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar Tangkuban Parahu yang menggantungkan hidup dari berdagang souvenir dan makanan.

"Total ada lebih dari 1.000 pedagang di tempat ini, kalau pengunjung banyak mereka tentu akan senang juga," kata dia.

Baca Juga : Dikejar Babi Hutan, Pengunjung Kawasan Jakabaring Sport City Berhamburan

Disinggung soal penerapan protokol kesehatan (prokes), pihaknya menerapkan standar sangat ketat. Itu diawali dengan seluruh karyawan, petugas tiket, security, hingga pedagang yang semua harus memakai masker. Karyawan atau pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,2 tidak diperkenankan masuk.

"Baik karyawan dan pengunjung ke Tangkuban Parahu wajib pakai masker, tidak berkerumun, dan dicek suhu tubuh. Ini supaya semua aman dan sesuai standar prokes yang dianjurkan pemerintah," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini