6.379 KK di Kabupaten Pasuruan Terdampak Banjir Usai Hujan Lebat

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 02 November 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 519 2302931 6-379-kk-di-kabupaten-pasuruan-terdampak-banjir-usai-hujan-lebat-XSL3P18Pqd.jpg Foto: Dok BPBD Pasuruan

JAKARTA - Sebanyak 6.379 KK di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur terdampak banjir akibat hujan lebat, Minggu 1 November 2020, pukul 21.00 WIB. Korban yang mengungsi di rumah kerabat masih dalam pendataan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.

Terdapat dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Beji tepatnya di Desa Kedungringin, Desa Kedung Boto dan Desa Cangkring Malang, serta Kecamatan Gempol tepatnya di Desa Gempol dan Desa Legok. Rata-rata genangan air berkisar antara 20 sampai 120 cm.

Sesuai dengan informasi yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB, kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Sementara kondisi mutakhir di lokasi pada Selasa (2/11) pukul 11.30 WIB, meski cuaca masih mendung, namun banjir berangsur surut di beberapa titik dengan Tinggi Muka Air (TMA) 10 – 70 cm. 

Foto: BPBD Pasuruan

TRC BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan upaya dengan kaji cepat dan berkoordinasi terhadap instansi terkait bersama dengan tim gabungan untuk melakukan evakuasi korban.

“Selain itu, bersama instansi terkait juga telah mendistribusikan bantuan logistik kepada korban yang terdampak dari peristiwa banjir tersebut,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima Sindo Media, Senin (2/11/2020). 

Baca juga: Hujan Deras, Banjir dan Longsor Melanda Pacitan

Melalui kajian InaRISK BNPB, wilayah Kabupaten Pasuruan memang memiliki kajian bahaya sedang hingga tinggi untuk bencana banjir dengan luas bahaya lebih dari 32 ribu hektare. Sedangkan melalui kajian risikonya, sebanyak 597 ribu jiwa yang tersebar di 21 kecamatan terpapar bencana banjir di wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. 

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui website bmkg.go.id, BMKG memberikan peringatan dini cuaca buruk khususnya di wilayah Jawa Timur.

Prakiraan cuaca untuk hari Senin (2/11), BMKG mengimbau agar waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sesaat pada pagi hari di wilayah Trenggalek Kabupaten Malang dan Lumajang. Sementara siang hingga sore hari di wilayah Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar Kota Blitar, Kabupaten Kediri Kota Kediri, Kabupaten Malang Batu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Bondowoso.

Selanjutnya pada Selasa (3/11), BMKG juga memberikan peringatan dini waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sesaat pada pagi hari di wilayah Lumajang. Sementara siang hingga sore hari di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, dan Jember.

Dengan adanya peringatan dini tersebut, masyarakat diharapkan agar tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana seperti banjir, angin kencang dan bencana hidrometeorologi lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini