Modus Tawarkan Pekerjaan dari Medsos, Pria Ini Perkosa Tiga Gadis

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 03 November 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 519 2303453 modus-tawarkan-pekerjaan-dari-medsos-pria-ini-perkosa-tiga-gadis-GvC5DQifzf.jpg foto: Okezone

MALANG - Bermodus menawarkan lowongan pekerjaan pemuda asal Donomulyo, Kabupaten Malang justru melakukan tindakan asusila. Tak tanggung-tanggung, tiga gadis sekaligus jadi korban kebejatan Dian Bambang Setyo.

Sejak Maret 2020 pemuda berusia 28 tahun ini telah memerkosa tiga gadis sekaligus dengan modus menawarkan adanya lowongan pekerjaan.

(Baca juga: Tokoh Adat di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Serahkan Senjata Springfield ke TNI)

"Pelaku ini menggunakan akun Facebook palsu dengan foto profil perempuan dan mengunggah informasi lowongan pekerjaan di Facebook," ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar di Mapolres Malang, Selasa (3/11/2020).

Pelaku kemudian meminta nomor korban dan mengaku pemilik toko batik. Dari komunikasi melalui pesan WhatsApp kemudian pelaku memberitahu korban akan dijemput anak buahnya dan diajak ke suatu tempat untuk sebagai syarat bekerja di tokonya.

(Baca juga: Viral! Sekelompok Pria Berpakaian Loreng Sweeping Pengendara Moge di Bukittinggi)

Namun, bukan pekerjaan di dapat korban. korban justru dipaksa untuk melayani nafsu tersangka sekaligus mengambil harta benda milik korban di sebuah ladang tebu yang berlokasi di Kecamatan Pagak.

"Di kejadian pertama korbannya berinisial S pada Maret 2020, kejadian kedua bulan Juli 2020 korban berinisial Z. Keduanya masuk dalam perangkap tersangka dengan modus yang sama ditawarkan pekerjaan kemudian diperkosa di ladang tebu di Desa Sempol, Kecamatan Pagak," bebernya.

Selanjutnya, pelaku juga memperdaya korban ketiga berinisial N (19) warga Kalipare. Modusnya pun disebut Hendri Umar, juga sama. Pelaku menawarkan pekerjaan dari media sosial kemudian mengajak korbannya bertemu di suatu lokasi.

"Bahkan pada bulan Oktober lalu, korban N diajak ke penginapan Bounty, Kecamatan Kepanjen dengan alasan interview di sana. Di sana, korban juga disuruh mengenakan batik sebagai penilaian. Lalu setelah itu korban diperkosa dan mengancam akan membunuh korban," paparnya.

Setelah mendapat laporan masyarakat, jajaran Polres Malang kemudian melakukan penyelidikan. Polisi berhasil mengidentifikasi dari rekaman kamera CCTV dan menangkap tersangka di salah satu rumah tetangga.

"Saat penangkapan itu, tersangka sempat melarikan diri. Sehingga terpaksa pihak kepolisian menembak kaki korban," tuturnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 285 dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 dan 9 tahun penjara.

 "Bisa jadi tersangka nanti juga akan dikenakan pasal ITE. Tapi nanti kita lakukan dalami terlebih dahulu," tutup Hendri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini