Mantasia, Gadis Kecil Asal Pangkep Berhenti Sekolah karena Tumor di Wajah

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 03 November 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 609 2303400 mantasia-gadis-kecil-asal-pangkep-berhenti-sekolah-karena-tumor-di-wajah-gfrVQPoIcX.jpg Mantasia saat belajar (foto: Okezone.com/Herman)

MAKASSAR - Seorang gadis kecil bernama Mantasia (13) di Desa Tabo-tabo Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan berhenti sekolah karena tumor ganas di wajahnya.

Ia merasa malu dengan teman-teman sebayanya di sekolah. Sejak usia 8 tahun, Mantasia harus mengalami penyakit yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Awalnya Mantasia hanya mengalami bengkak pada bagian wajah, yang kemudian membesar dan mengambil keceriaan masa kecil, dia menjadi pemalu bahkan menutup diri dari lingkungan tempat tinggalnya.

Kini Mantasia dan Ibunya Murni dan Ayahnya Anas, hanya berharap bisa mendapatkan bantuan dana untuk mengusahakan kesembuhan anaknya. Kadang sang Ibu hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya, dan saat ibu melihat anak seusia anaknya.

 Mantansia bersama ibunda

Di temui di kediamannya, Murni (35) mengatakan, baru menyadari penyakit anaknya, saat anaknya mengeluh karena mengalami perubahan pada bentuk wajah. Bukannya tanpa upaya Orangtua Mantasia, Muh Anas (45) yang bekerja sebagai buruh lepas.

"Mantasia juga pernah di bawa ke dokter, dan pernah sembuh namun 4 bulan lalu penyakit di wajahnya kembali kambuh," kata Murni kepada Okezone, Selasa (3/11/2020).

Sehingga dokter menyarankan Mantasia untuk berobat di Makassar di dokter ahli. Namun karena kendala biaya dan transportasi, Mantasia hanya menjalani pengobatan seadanya sembari menunggu keajaiban.

"Tidak ada uang sehingga kami hanya bisa pasrah, dan berharap bisa ada yang membantu kesembuhan Mantasia, pernah di bawa ke rumah sakit di Makassar baru-baru ini, tapi dokter suruh menunggu," ungkapnya

Waktu periksa dokter bilang tumor sama kanker, tambah ibu Murni, dokter juga bilang waktu saya bawa ke Makassar di suruh pulang dulu, sambil tunggu telepon dari Dokter Makassar, tapi sampai sekarang belum di telpon.

Sementara itu, Relawan Komunitas Peduli Berbagi Pangkep, Tajuddin mengatakan keterbatasan ekonomi membuat keluarga hanya bisa berobat seadanya, dan saat ini sangat mengharapkan uluran tangan.

"Orang tuanya hanya bantuan kita. Tumor di wajahnya membuat Mantasia terpaksa berhenti sekolah dan menutup diri dari orang lain," kata Tajuddin yang juga mengumpulkan donasi untuk Mantasia.

Kini keluarga Mantasia berharap bisa mendapatkan penanganan medis, sehingga dia bisa kembali sembuh dan kembali menjalani hari hari seperti biasa untuk bisa meraih cita-citanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini