Tim FH UNS Raih Juara Best Contract dalam Diponegoro Law Fair 2020

Tim Okezone, Okezone · Selasa 03 November 2020 05:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 65 2303130 tim-fh-uns-raih-juara-best-contract-dalam-diponegoro-law-fair-2020-3W8xqwIxfF.jpg Universitas Sebelas Maret (Foto: Sindonews)

UNS - Tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menyabet juara Best Contract dalam lomba Contract Drafting Diponegoro Law Fair (DLF) 2020, Rabu 25 Oktober 2020. 

Mahasiswa UNS yang membanggakan tersebut adalah Sofia Nur Rahmawati, Apritania Putri Setya Maratantri, Farah Sekar Sal Sabila, Naufal Hanif Andira, Fida Nisrina Iftinani, Hadhika Afghani Imansyah dan Marcellina Dwita Ayu Lukita Wardhani selaku official. Keenamnya tergabung dalam tim bernama Samuel Morse.

Dalam lomba bertajuk “Teknologi dan Negara Hukum Berlandaskan Pancasila” yang digelar pada 23-25 Oktober 2020, tim Samuel Morse UNS harus bersaing dengan 25 perguruan tinggi lainnya, seperti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dengan dosen pembimbing Dona Budi Kharisma dan Kukuh Tedjomurti, keenam mahasiswa ini telah mempersiapkan lomba Contract Drafting DLF 2020 sejak bulan Agustus yang lalu. Mereka mempelajari sejumlah materi, baik dari buku, jurnal dan Undang-Undang (UU) yang berkaitan dengan kasus posisi.

Salah satu anggota tim, Apritania Putri Setya Maratantri, menceritakan tantangan terberat yang harus ia hadapi bersama rekan-rekannya selama mempersiapkan lomba adalah kemampuan untuk memahami kasus posisi.

Ia mengatakan kasus posisi yang pernah ia bedah untuk disusun menjadi perjanjian sangat rumit dan nilai kontraknya besar sehingga tidak semua dosen hukum maupun beberapa pakar memahami kasus posisi tersebut.

“Tantangan lainnya yang kami rasakan yaitu terbentur dengan adanya pandemi ini padahal beberapa dari anggota ada yang berasal dari luar Solo sehingga kami harus melakukan berkas secara daring terlebih dahulu di Minggu 1-2,” ujar Apritania.

Selain itu, Apritania juga mengaku pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan bagi timnya saat akan melakukan konsultasi. Akhirnya, setelah memutar otak dan mencari cara terbaik, Apritania bersama rekan-rekannya memberanikan diri untuk mengirim email kepada sejumlah lembaga dan pakar agar dapat berkonsultasi terkait kasus posisi.

Selama mengikuti lomba Contract Drafting DLF 2020, Apritania mengaku lomba tersebut melatih mental, pengetahuan dan pikirannya agar tahan banting. Ia juga mengaku mempelajari banyak hal selama mengikuti DLF tahun ini.

“Saya belajar banyak hal dalam lomba ini dan semoga kedepannya ada DLF luring dimana mahasiswa UNS juga bisa ikut andil dan membawa pulang piala kemenangan,” lanjut Apritania.

Dengan prestasi yang berhasi diraih tersebut, Apritania mewakili rekan-rekannya mengharapkan agar mahasiswa UNS yang ingin turut berkompetisi dalam DLF jangan takut mencoba dan mau menempa diri untuk belajar dan berlatih.

“Harapan saya adalah jangan takut untuk mencoba hal yang dianggap orang terlalu besar dan bergengsi. Seperti kita tau bahwa DLF merupakan ajang lomba tahunan yang paling bergengsi di kalangan mahasiswa hukum sehingga banyak orang yang merasa minder terlebih dahulu padahal kita belum mencoba. Jadi, jangan takut mencoba dan menantang diri selagi masih termasuk ke hal-hal yang positif,” pungkas Apritania.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini