Keluarga Korban Marah, Alami Gegar Otak Berat, saat Meninggal Divonis Covid-19

Kristadi, iNews · Rabu 04 November 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 512 2304056 keluarga-korban-kecelakaan-marah-alami-gegar-otak-berat-justru-divonis-covid-19-kHM8lHAgrs.jpg Korban kecelakaan yang sempat dinyatakan Covid-19 dibawa keluarganya/Foto: tangkapan layar (Kistadi-iNews)

SEMARANG - Kericuhan terjadi di Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro, Semarang, Jawa Tegah. Puluhan kerabat dan teman seorang korban kecelakaan marah kepada petugas rumah sakit.

Amarah keluarga memuncak lantaran rumah sakit memvonis korban meninggal karena terpapar Covid-19. Informasi tersebut disampaikan manajemen rumah sakit saat keluarga akan membawa jenazah korban.

Korban mengalami kecelakaan tunggal di daerah Sendang Mulyo, Semarang. Korban sempat menjalani perawatan medis sebelum dinyatakan meninggal pada Rabu pagi.

Suasana ricuh ketika pihak rumah sakit melarang keluarga membawa jenazah korban dengan alasan harus melalui protokol kesehatan. Setelah melalui mediasi dengan pihak rumah sakit, keluarga akhirnya bisa membawa jenazah korban.

"Dari mediasi, pasien disebut reaktif. Semalam, dokter jaga bilang meninggal akibat kecelakaan dengan gegar otak berat," kata Muhammad Isnaeni, keluarga korban, Rabu (4/11/2020).

Isnaeni juga ingin meluruskan agar pihak terkait tidak mempersulit proses pengambilan jenazah. "Jangan sampai juga masyarakat resah kondisi saat ini," ungkapnya.

Terkait kejadian tersebut, pihak rumah sakit yang sempat dihubungi menolak memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini