Kronologi Tewasnya Tahanan di Sel Polres Klaten

Bramantyo, Okezone · Rabu 04 November 2020 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 512 2304237 kronologi-tewasnya-tahanan-di-sel-polres-klaten-0IPNDrahlr.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

KLATEN - Ali Mahbub (28) salah satu tahanan titipan Kejaksaan Negeri, tewas saat berada didalam tahanan Polres Klaten. Penyidik Polres Klaten pun langsung bergerak cepat menyelidiki kematian tahanan ini.

Dalam waktu singkat, 10 orang tahanan satu sel dengan korban ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga sebagai pelaku penganiaya yang menyebabkan korban meninggal.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan mengatakan saat awal dititipkan oleh pihak Kejaksaan, korban sudah menjadi korban kekerasan oleh tahanan lainnya. Hal tersebut diketahui dari rekaman CCTV di ruang penjagaan tahanan.

"Beliau (korban) tiba di polres itu sekira pukul 14.00 WIB. Saat tiba, sesuai aturan, korban harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Beliau diminta untuk ganti baju terlebih dahulu. Saat ganti baju di tahanan inilah, korban sudah mengalami tindak kekerasan," ujar Andriyansyah kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Korban disuruh oleh para tahanan lainnya untuk lompat kodok. Untungnya penjaga tahanan melihat kejadian itu dari CCTV dan menghentikan kekerasan itu.

Dari rekaman CCTV, sekira pukul 14.15 WIB, korban terpantau masuk ke dalam satu ruangan yang tak ada kamera CCTV-nya, yaitu kamar mandi. Karena tak terpantau kamera, kejadian yang menimpa korban tidak terpantau.

"Makannya saya rencana buat CCTV di kamar mandi, sebenarnya tidak etis pasang CCTV di situ.Tapi Bapak Kapolres bilang, ya sudah dipasang saja CCTV (Kamar Mandi)," tuturnya.

Baca Juga : Tahanan Titipan Kejaksaan Tewas di Sel, Polres Klaten Periksa Anggotanya

Kemudian sekira pukul 16.00 WIB ada panggilan masuk ke ruang penjagaann yang memberitahukan kalau korban jatuh pingsan. Namun, ada yang mendengar teriakan minta tolong sekira pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, penjaga pun.masuk dan mengecek kebenaran info itu. Saat dicek, informasi itu benar dan korban dibopong ke dalam sel. Dan penjaga pun memanggil.bagian kesehatan untuk melakukan pengecekan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, korban langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah 30 menit diruang ICU, korban meninggal," ujarnya.

Dirinya mengaku baru tahu adannya tahanan titipan di polres Klaten dan tahanan itu meninggal di ruang tahanan setelah Kapolres Klaten mengontak Kasat Intel untuk memberitahukan kejadian itu. Setelah tahu ada tahanan titipan yang meninggal, dirinya bergerak cepat.

"Insting sebagai penyidik langsung keluar. Ini pasti ada apa-apa di dalam tahanan. Saya cek semua.rekamam CCTV. Dan kemudian semua tahanan terutama yang satu sel dengan beliau, saya kumpulkan," kata Andriyansyah.

Dari hasil penyidikan, lima.orang mengakui melakukan penganiyaan terhadap korban. Sebelum akhirnya bertambah lima orang lagi. Sehingga berjumlah 10 orang. " Jadi jumlahnya 10 orang. Ada yang mengaku hanya sekali memukul, saya bilang saya tak peduli, berarti itu sama saja kamu juga ikut melakukan penganiyaan," ujarnya.

Setelah mendapatkan 10 orang yang diduga melakukan penganiyaan, dirinya langsung mengontak pihak Kejaksaan untuk menginformasikan kejadian didalam sel.

"Jam 19.00 WIB, saya sudah bisa pastikan ini penganiyaan. Saya telepon Kasi Pidum, saya bilang indikasi ya, karena belum ada hasil auptosi. Makannya kasus ini saya split, karena ada para saksi yang tak.melihat dan ada yang melihat adalah tersangka," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini