SMA Pradita Dirgantara Sosialisasi Studi Lanjut ke Jerman

Tim Okezone, Okezone · Rabu 04 November 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 65 2304206 sma-pradita-dirgantara-sosialisasi-studi-lanjut-ke-jerman-OrB4uW1AQC.jpg Ketua Umum Yasarini, Nanny Hadi Tjahjanto. (Foto : tangkapan layar)

JAKARTA – SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah, mengadakan Sosialisasi Studi Lanjut ke Jerman bekerja sama dengan Dinas Pertukaran Akademis Jerman atau DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) yang berkantor pusat di Bonn, Jerman. Kegiatan ini sebagai bentuk kesungguhan internasionalisasi dan untuk mewujudkan komitmen menjadi lembaga pendidikan menengah atas berkelas dunia.

Acara yang digelar lewat aplikasi Zoom ini diikuti 235 peserta yang terdiri atas siswa maupun orangtua siswa. Ketua Umum Yasarini, Nanny Hadi Tjahjanto, dalam sambutannya mengatakan, almarhum BJ Habibie, presiden ketiga RI, merupakan lulusan RWTH (Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen) Jerman. Teori-teori yang diciptakan BJ Habibie dijadikan teori rujukan yang digunakan dalam industri pesawat terbang di seluruh dunia.

“Di usia muda, SMA Pradita Dirgantara menunjukkan prestasi akademis maupun nonakademis yang luar biasa. Saya pribadi berharap dan berdoa di masa depan akan lahir Habibie-Habibie baru dari SMA Pradita Dirgantara,” ucap Ibu Nanny, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020).

Ia berharap, sosialisasi ini dapat memberikan gambaran pada siswa serta orangtua tentang pendidikan dan studi lanjut di Jerman. Sosialisasi ini juga menjadi pemotivasi agar siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara menjadi generasi emas, generasi penerus yang dapat membanggakan bangsa, agama, orangtua, dan almamater.

Pembicara pada webinar kali ini adalah Olivia Jeane Sopacua, Program Officer DAAD German Academic Exchange Service. Olivia dalam pemaparannya mengatakan, berdasarkan catatan pada 2019, dari 20 negara penyumbang mahasiswa asing di Jerman, DAAD saat ini menduduki peringkat ke 20 dengan lebih dari 5.000 orang Indonesia yang berkuliah di Jerman.

“Kami berharap nantinya peserta webinar menyumbang mahasiswa asing dari Indonesia untuk 2 atau 3 tahun berikutnya,” ucap Olivia.

Ia mengatakan, pada 2019 ada sekira lebih dari 500 orang menerima bantuan dana dari DAAD, yang berupa dana penelitian atau beasiswa S2 dan S3. DAAD merupakan organisasi mandiri dengan dana berasal dari beberapa Kementerian Jerman.

Acara ini dimoderatori Lena Citra Manggalasari, Kepala Urusan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Direktorat Pengembangan SMA Pradita Dirgantara.

Baca Juga : SMA Pradita Dirgantara Adakan Pemilihan Duta Bahasa

“Untuk langkah selanjutnya SMA Pradita Dirgantara akan mengadakan pembelajaran bahasa Jerman secara intensive bagi siswa-siswi peminatan studi lanjut ke Jerman. Hal ini untuk memudahkan siswa mempersiapkan studinya di Jerman. Namun bagi siswa siswi dari Program IB dapat mendaftar langsung ke universitas-universitas di berbagai negara tanpa mengikuti program penyetaraan, mengingat SMA Pradita Dirgantara sudah memasuki IB candidacy,” kata Lena.

Baca Juga : Siswa SMA Pradita Dirgantara Raih Medali Emas Lomba FIKSI 2020

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini