Angka Melahirkan Tinggi, Cimahi Jadi Kota dengan Kepadatan Tertinggi di Indonesia

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 06 November 2020 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 525 2304995 angka-melahirkan-tinggi-cimahi-jadi-kota-dengan-kepadatan-tertinggi-di-indonesia-NP8P9MNllD.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

CIMAHI - Data dari Januari sampai September 2020 menunjukkan angka ibu melahirkan di Kota Cimahi cukup tinggi, yakni mencapai 7.669 orang.

Data itu bahkan bisa lebih tinggi lagi karena baru laporan dari 13 Puskesmas se-Kota Cimahi, belum termasuk data yang melahirkan di klinik swasta dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Kalau digabung dengan data ibu melahirkan di klinik swasta, dan fasilitas kesehatan lainnya, pasti lebih tinggi angkanya," terang Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Cimahi, Dikke Suseno, Kamis (5/11/2020).

Tingginya angka ibu melahirkan itu berpengaruh terhadap kepadatan penduduk di Kota Cimahi. Sebab mereka langsung terdata sebagai warga yang memiliki identitas administrasi kependudukan Cimahi.

 Melahirkan

Itu terbukti dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang menyebutkan jika Kota Cimahi merupakan daerah dengan kepadatan tertinggi di Indonesia. Setiap kilometer perseginya wilayah Kota Cimahi dihuni 15.643 jiwa.

Berkaca dari hal tersebut, lanjut Dikke, pihaknya sedang memaksimalkan program Keluarga Berencana (KB) pada Pasangan Usia Subur (PUS). Terutama penggunaan KB jangka panjang. Itu sebagai upaya untuk menekan tingginya angka kelahiran.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengakui jika padatnya penduduk Cimah juga disebabkan faktor daya tarik wilayah untuk ditempati. Sementara luas wilayah Cimahi yang masuk kategori daerah perkotaan cukup terbatas.

Pihaknya kerap melakukan pembatasan jumlah penduduk seperti operasi yustisi usai lebaran agar tidak ada warga pendatang dibawa ke Cimahi.

"Ini kota kecil tapi nyaman ditinggali, jadi orang mau stay. Pastinya berimbas ke kepadatan penduduk, kebutuhan hunian, pangan, dan lapangan pekerjaan," tuturnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini