Tanah Bergerak di Malang, 1 Rumah Rusak

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 06 November 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 519 2305390 tanah-bergerak-di-malang-1-rumah-rusak-c8PIIVwZi0.jpg Tanah bergerak di Kabupaten Malang mengakibatkan 1 rumah rusak. (Foto : Okezone/Avirista Midaada)

MALANG – Tanah bergerak membuat satu rumah di Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak parah. Akibatnya, Sumadi (40) dan tiga anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.

Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, kejadian tanah bergerak ini terjadi pada Rabu 4 November 2020 yang membuat satu rumah rusak parah.

"Satu unit rumah itu rusak berat ambruk. Terdiri atas satu keluarga, ada empat jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya," ujar Sadono saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (6/11/2020) siang.

Menurutnya, tanah di sekitar lokasi kejadian memang dalam kondisi labil. Bahkan pergerakan tanah di lokasi sebenarnya telah terjadi pada 8 Oktober 2020. Meski telah diupayakan perbaikan dengan pengecoran, peristiwa tanah bergerak ini tak bisa dibendung.

Tanah rusak di Kabupaten Malang mengakibatkan 1 rumah rusak. (Foto : Okezone/Avirista Midaada)

"Sudah sejak 8 Oktober, pemilik rumah ini sudah berupaya melakukan perbaikan pengecoran, tapi tidak berhasil hingga pada Rabu 4 November siang jam 13.00 WIB tanah bergerak dan merusak rumah," katanya.

Sadono mengakui bila Desa Baturetno memiliki kontur tanah yang labil dan rawan mengalami pergeseran tanah. Apalagi ini diperparah dengan hujan yang mengguyur sekitar lokasi dalam beberapa hari lalu.

"Itu memang termasuk desa yang punya potensi ancaman tanah gerak. Kebetulan juga yang dibangun rumah itu juga termasuk tanah yang labil," ucapnya.

Selain mengakibatkan satu rumah rusak parah, sejumlah rumah di sekitar Sumadi juga terancam rusak. Mengingat dari kajian BPBD luas area yang terdampak pada radius mencapai 10-20 meter dari rumah yang rusak.

"Kurang lebih 10-20 meter (yang terdampak). Menurut teman asesmen, ada satu rumah yang memiliki potensi terdampak. Memang sampai kemarin, belum ada indikasi akan terdampak. Cuma kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Satu rumah ini, menurut Sadono, bahkan telah mengalami retakan di bagian pagar rumahnya. "Informasinya pagarnya sudah retak. Sampai siang ini belum ada laporan masuk lagi," tuturnya.

Sementara untuk korban tanah gerak, jajaran BPBD bersama Muspika Dampit telah mengirimkan bantuan kepada Sumadi sekeluarga. "Kami bersama Muspika Dampit sudah kirimkan bantuan ke warga yang terdampak tanah gerak. Mudah-mudahan tidak meluas," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini