Lima Wisatawan di Jabar Kedapatan Positif Covid-19 saat Libur Panjang

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 06 November 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 525 2305330 lima-wisatawan-di-jabar-kedapatan-positif-covid-19-saat-libur-panjang-6C3Pf06ejs.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

BANDUNG - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat mengumumkan hasil pemeriksaan 408 wisatawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid tes acak yang digelar pada libur panjang, 28 Oktober-1 November 2020 lalu.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR) terhadap 408 wisatawan reaktif rapid tes acak, sebanyak lima wisatawan di antaranya positif Covid-19.

"Ke-408 wisatawan yang hasil rapid test-nya reaktif semuanya menjalani swab test dengan metode PCR. Dari 408 wisatawan itu, ada lima orang yang positif. Satu orang saat pengetesan di Kabupaten Bogor dan empat orang yang dites di Kota Cimahi," ungkap Daud di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (6/11/2020).

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, kata Daud, pihaknya langsung melakukan pelacakan atau tracing terhadap orang-orang yang kontak erat dengan lima wisatawan yang dinyatakan positif Covid-19 itu.

"Kelima wisatawan yang positif Covid-19 itu kini menjalani isolasi. Kemudian, kita langsung lakukan tracing pada kontak eratnya," ujar Daud.

Diketahui, selama libur panjang, Satgas Covid-19 Jabar bersama petugas gabungan menggelar rapid tes acak. Rapid tes acak difokuskan di 14 kabupaten/kota di Jabar, khususnya di wilayah yang kerap dikunjungi wisatawan. Rapid tes acak dilakukan terhadap sekitar 14.000 wisatawan di 54 destinasi wisata yang tersebar di Jabar.

"Jadi hanya dari 480 yang reaktif, hanya 1,2 persen yang positif ya. Itu dari 14.000-an wisatawan yang dites," tegas Daud.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Berli Hamdani menyebutkan, sejumlah destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan padalibur panjang pekan lalu adalah kawasan Puncak di Kabupaten Bogor, Pantai Pangandaran, serta Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan yang sudah dilakukan, wisatawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes acak mayoritas berasal dari luar Jabar, terutama wisatawan dari Jakarta.

"Kebanyakan (yang reaktif) dari luar Jabar. Jakarta (mayoritas) sudah pasti ya karena memang paling banyak, terutama (yang berwisata) di daerah puncak," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini