Orang Tua Korban Mohon Video Pria Tendang Balita Dihapus dari Medsos

INews.id, · Sabtu 07 November 2020 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 525 2305956 orang-tua-korban-mohon-video-pria-tendang-balita-dihapus-dari-medsos-bQvqAycTq4.jpg Pria tendang anak kecil. (Foto : tangkapan layar)

BANDUNG – Ayah dari balita N ditendang pria dewasa meminta video viral yang merekam kejadian yang dialami putrinya itu dihapus dari medsos. Sang ayah, Ega (32) mengaku sudah berdamai dengan pelaku FS yang merupakan adiknya.

"Saya dari orang tua korban memohon kepada seluruh media sosial untuk menghapus video yang saat ini viral, karena dua hari setelah kejadian, saya dengan adik saya (pelaku FS), sudah berdamai secara kekeluargaan," kata Ega dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram, @infokabupatenbandung, Sabtu (7/11/2020).

Sebagaimana diketahui, video pria dewasa menendang anak kecil yang terjadi di sebuah toko, Jalan Galumpit, Kampung Cileunyi, Desa Cileunyi Kulon, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di medsos. Video tersebut mengundang kecaman warganet.

Bahkan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengecam tindak kekerasan yang dilakukan pria dewasa terhadap korban N yang berusia kurang dari lima tahun itu.

Dalam video itu, peristiwa tersebut terjadi di sebuah toko pada 23 Oktober 2020 sekira pukul 22.02 WIB. Kejadian bermula saat seorang perempuan mengasuh dua bocah yang berusia di bawah lima tahun (balita). Korban terlihat membuka lemari pendingin dan menyenggol tubuh seorang bayi.

Melihat kejadian itu, seorang pria dewasa yang mengenakan kaus abu berlengan biru bereaksi negatif. Pria dewasa ini melayangkan tendangan dan mengenai bagian bawah pinggang bocah perempuan yang diperkirakan berusia sekitar kurang dari lima tahun tersebut.

Baca Juga : Viral! Paman Tendang Ponakan Balita hingga Terjengkang

Akibat tendangan pria dewasa, bocah perempuan tersebut terjengkang. Namun korban tak menangis dan langsung berdiri. Sedangkan setelah menendang korban, pelaku tak menunjukkan penyesalan apalagi rasa bersalah. Dia melayani pembeli.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini