Dua Sejoli Lakukan Pembegalan, Korban Tewas dengan 42 Tusukan

Adi Palapa Harahap, iNews · Sabtu 07 November 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 608 2305714 dua-sejoli-lakukan-pembegalan-korban-tewas-dengan-42-tusukan-s0RBjcRw2F.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

MEDAN - Petugas unit Reskrim Polsek Sunggal, Medan, Sumatera Utara, menangkap 2 sejoli yang terlibat dalam aksi pembegalan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia dengan 42 tusukan.

Keduanya tercatat sudah 4 kali melakukan aksi serupa dengan bantuan seorang pelaku lain. Para pelaku ditangkap di sebuah hotel melati di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Sabtu (7/11/2020) dini hari tadi.

Ketiganya ditangkap setelah beberapa hari lalu melakukan aksi pembegalan terhadap seorang pemuda di kawasan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, hingga menyebabkan korbannya bernama Reval Fahruddin, remaja 18 tahun, tewas dengan 42 luka tusuk di tubuhnya.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku yang dua di antaranya merupakan pasangan kekasih, selalu mengincar seorang pemuda yang sebelumnya diajak pelaku wanita berkenalan melalui media sosial dan kemudian bertemu di suatu tempat.

Saat pertemuan terjadi, dua pelaku pria kemudian melancarkan aksinya untuk merampas sepeda motor milik korban. Karena korban berupaya melawan, pelaku kemudian membunuh korban dengan pisau dan obeng yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

Baca Juga : Pengedar Jual Berbagai Jenis Narkoba, Ganja hingga Sabu pun Ada

Baca Juga : Bobol Tabungan Nasabah Rp20 Miliar, Polisi Sita Aset Kepala Cabang Maybank

Ketiga pelaku masing-masing berinisial AR. YP alias W dan kekasihnya YR remaja berusia 17 tahun, yang sudah menjanda dengan satu anak.

Dari hasil pengembangan, polisi menyita sejumlah barang bukti di lokasi berupa pisau dan obeng menghabiskan nyawa korban serta sejumlah baju, handphone, dan motor milik korban.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko mengatakan salah satu pelaku pria sempat berupaya melarikan diri ketika dilakukan proses pencarian barang bukti sepeda motor milik korban. Hingga memaksa petugas melakukan tindakan tegas terhadap pelaku.

"Dari hasil pemeriksaan para pelaku telah melakukan aksi pembegalan sebanyak empat kali dengan modus serupa,"ujar Riko Sunarko.

Akibat peristwa tersebut, ibu korban menangis histeris hingga jatuh pingsan saat mengetahui polisi menangkap para pelaku.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku terancam dihukum mati atau penjara selama seumur hidup, karena dijerat dengan Pasal 365 dan 340 KUHP tentang pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan dan pembunuhan berencana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini