Puluhan Warga Lereng Merapi Dievakuasi ke Pengungsian Tlogolele

Antara, · Senin 09 November 2020 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 512 2306614 puluhan-warga-lereng-merapi-dievakuasi-ke-pengungsian-tlogolele-h0ecW0SBwu.jpg (Foto: Antara)

BOYOLALI - Puluhan warga lereng Gunung Merapi yang rentan dan balita dievakuasi ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS), di Desa Tlogolele Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (9/11/2020).

Solekan, salah satu tokoh masyarakat juga sukarelawan Desa Tlogolele Boyolali mengatakan, ada sekitar 50 jiwa terdiri dari lansia, ibu hamil dan balita dari Dukuh Stabelan dan Takeran yang dievakuasi ke TPPS Desa Tlogolele. Hal itu mengantisipasi jika Merapi erupsi.

"Jumlah warga Stabelan dan Takeran Desa Tlogolele yang dievakuasi masih dapat bertambah karena kegiatan masih berlangsung hingga sekarang. Kami berharap Merapi tetap aman," ucapnya.

Solekan mengatakan, evakuasi warga ke TPPS Tlogolele tetap menerapkan protokol kesehatan. Warga saat evakuasi didampingi tim relawan desa dan petugas gabungan baik dari BPBD, TNI dan polisi.

Bahkan, tim sukarelawan desa sebelumnya telah melakukan pembenahan di gedung TPPS Tlogolele dengan membuat sekat-sekat sesuai protokol kesehatan kesehatan untuk mngantipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

"Penyekatan ruangan tempat pengungsian sementara dengan papan tiplek sehingga warga bisa menjaga jaran antara satu keluarga dengan yang lainnya," kata Solekan.

Kepala Desa Tlogolele Sungadi menjelaskan, warga Dukuh Stabelan dan Takeran pemukimannya berada masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau jaraknya sekitar 3 hingga 3,5 kilometer dari puncak.

Baca juga: 100 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Dampak Erupsi Merapi

Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daeerah (BPBD) Kabupaten Boyolali memerintahkan agar warga yang rentan di daerah KRB III termasuk Stabelan dan Takeran untuk dievakuasikan ke bawah atau di TPPS Tlogolele.

"Jumlah data yang dievakuasi masih sekitar 50 orang dan ini masih bisa bertambah karena masih ada warga yang diturunkan ke TPPS hingga sekarang," kata Sungadi.

Tim gabungan baik dari BPBD Pemkab Boyolali, PMI, Dinkes, TNI, polisi, sukarelawan desa dan kecamatan telah menyiapkan semuannya termasuk dapur umum untuk para pengungsi.

Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol (Inf) Aris Prasetyo di lokasi pengungsian Desa Tlogolele mengatakan pihaknya telah menurunkan anggotanya dan mengirim bantuan sembako dalam kegiatan evakuasi warga yang rentan di daerah pemukiman masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi.

"Kegiatan evakuasi bagi warga yang rentan dan balita terutama di daerah KRB III erupsi Merapi yakni Dukuh Stabelan dan Takeran," kata Dandim.

Warga sudah mengetahui bagaimana yang harus dilakukan dan menuju kemana jika terjadi erupsi Merapi ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) Desa Tlogolele Kecamatan Selo Boyolali mereka sudah terbiasa.

Pada evakuasi warga ke TPPS sesuai dengan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 ini. Kodim 0724 Boyolali juga telah menyalurkan bantuan sembako ke TPPS. Masyarakat juga sudah melakukan evakuasi ke TPPS di Desa Tlogolele ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini