Waspada Covid-19, Tempat Pengungsian Warga Lereng Merapi Dibuat Bersekat

Ary Wahyu Wibowo, Koran SI · Senin 09 November 2020 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 512 2306791 waspada-covid-19-tempat-pengungsian-warga-lereng-merapi-dibuat-bersekat-C3gmmXjj3a.jpg (Foto: Sindonews.com)

BOYOLALI - Tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dibuat bersekat agar protokol kesehatan Covid-19 bisa diterapkan. Setiap Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi mendapat satu bilik agar tidak bercampur dengan warga lainnya.

Kepala Desa Tlogolele, Ngadi mengatakan, jumlah warga rentan yang diungsikan terdata sebanyak 233 orang. Warga yang terdiri dari lansia, anak-anak dan perempuan hamil itu diungsikan sebagai antisipasi erupsi Gunung Merapi.

"Mereka berasal dari empat dukuh yang berjarak 3-5 kilometer dari puncak Merapi," kata Ngadi kepada Sindonews, Senin (9/11/2020). Yakni Dukuh Stabelan, Dukuh Takeran, Dukuh Belang dan Dukuh Gumuk.

Foto: Ary Wahyu

Mereka dibawa ke TPPS yang berjarak sekitar 9 kilometer dari puncak Merapi. Agar protokol kesehatan tetap dapat diterapkan di TPPS, lokasi pengungsian dibuat bersekat.

Khusus untuk ibu hamil dan balita, mereka ditempatkan di rumah rumah warga. "Ada sekitar 10 rumah yang siap. Tetapi warga di dua RT di sini (sekitar TPPS) siap membantu," ujar dia.

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Sejauh 3 Km

Aula yang disekat dengan kapasitas sekitar 500 orang ditempati oleh lansia. Gedung TPPS sengaja dibangun untuk persiapan ketika terjadi erupsi Gunung Merapi.

Sebelum masuk ke pengungsian, mereka dicek suhu, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini