Pengungsi Merapi di Desa Tlogomele Mulai Keluhkan Sakit

Ary Wahyu Wibowo, Koran SI · Selasa 10 November 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 510 2307498 pengungsi-merapi-di-desa-tlogomele-mulai-keluhkan-sakit-UdfWAphDYb.jpg Pengungsi keluhkan sakit (foto: Sindo/Ary)

BOYOLALI - Sejumlah pengungsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mulai mendatangi posko kesehatan, Selasa (10/11/2020). Mereka mengeluhkan pusing dan pegal linu sehari setelah tinggal di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Desa Tlogolele.

Menurut Bidan Desa Tlogolele, Elvi Arum Dati mengatakan, pengungsi yang memeriksakan kesehatan rata-rata adalah lansia.

"Mungkin dari rumah sudah ada gejala, di sini (posko kesehatan pengungsian) mulai periksa," ungkap Elvi Arum Dati saat ditemui di posko kesehatan TPPS Desa Tlogolele, Selasa (10/11/2020).

Baca juga:

Sultan HB X Minta Disediakan Ruang Khusus Cegah Covid-19 di Pengungsian Merapi

 Sultan HB X Minta Penanganan Erupsi Merapi Direncanakan Lebih Matang

Tercatat ada sekitar 20 pengungsi diperiksa yang mengeluhkan pusing dan pegal linu diakui memang sering dialami lansia. Obat-obatan yang disediakan di posko kesehatan mencukupi meski sederhana, diantaranya obat pusing, vitamin, flu dan alergi.

Tercatat ada 133 pengungsi yang menempati TPPS Desa Tlogolele. Mereka berasal dari empat dukuh yang berjarak 3-5 kilometer dari puncak Merapi. yakni Dukuh Stabelan, Dukuh Takeran, Dukuh Belang dan Dukuh Gumuk. Dengan kondisi Merapi yang berstatus siaga, kelompok rentan dari empat dukuh tersebut diungsikan terlebih dahulu. Yakni lansia, balita, ibu hamil, anak-anak dan difabel.

 

Mengingat kini dalam kondisi pandemi Covid-19, maka para pengungsi diberi edukasi protokol kesehatan Covid-19.

"Kami menekankan untuk selalu melaksanakan 3M. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak," tandasnya. Namun dengan kondisi seperti ini, jagak jarak diakui sulit diterapkan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini