Viral Bullying Mahasiswa Baru, Unpar: Bukan Kegiatan Kampus!

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 11 November 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 525 2307871 viral-bullying-mahasiswa-baru-unpar-bukan-kegiatan-kampus-GF0BlBmju0.jpg Tangkapan layar media sosial

BANDUNG – Aksi bullying yang diduga dilakukan oleh mahasiswa baru Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung membuat heboh warganet.

(Baca juga: Viral Chat Mahasiswa Vs Dosen 'Kok Kamu Atur Saya," Netizen: Gila Hormat!)

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi di Kota Bandung. Dari rekaman video, terlihat seorang lelaki berkaus hitam yang diduga korban bullying. Sementara itu,sejumlah pria terlihat dalam video itu meneriaki korban yang berkaus hitam.

Menanggapi video yang viral di dunia maya tersebut, Universitas Parahyangan (Unpar) menyebut, video yang beredar tersebut bukan kegiatan kampus.

(Baca juga: Viral! Mahasiswi Cantik Jadi Korban Bullying Gara-Gara Ikat Pinggang)

Kepala Kehumasan dan Protokoler Unpar Magenta Paramitha mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan nama Unpar dikaitkan dan disebut di dalam tindakan kekerasan yang kemudian menjadi viral di media sosial. Pihaknya, sebagai institusi pendidikan, menolak segala bentuk kekerasan baik kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun kekerasan visual.

"Kami dapat memastikan bahwa kegiatan yang diduga memuat tindakan kekerasan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kegiatan Universitas di lingkungan Unpar," kata Magenta dalam Rabu (11/11/2020).

Dijelaskan dia, selama masa pandemi Covid-19, Unpar melakukan kegiatan belajar mengajar, dan segala bentuk kegiatan yang melibatkan mahasiswa, secara daring penuh. Kegiatan Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) tahun 2020 juga telah dilaksanakan secara daring.

Universitas, kata dia, bergerak cepat dengan memanggil dan meminta penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut pada 10 November 2020. Dari pertemuan tersebut berhasil diungkap bahwa kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 31 Oktober 2020 di luar lingkungan Universitas dan tidak berkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan.

Tindakan kekerasan dalam bentuk video tersebut, kata dia, diketahui dipicu oleh masalah pribadi yang kemudian dimuat dan disebarluaskan di media sosial.

"Meskipun masalah yang teriadi sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan diklarifikasi secara publik oleh para pihak yang terlibat, namun Pihak Universitas tetap akan memberikan tindakan disiplin tegas kepada pihak-pihak yang terkait," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini