Cekcok Warisan Berujung Maut, Adik Tikam Abang Kandung hingga Tewas

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Rabu 11 November 2020 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 608 2307706 cekcok-warisan-berujung-maut-adik-tikam-abang-kandung-hingga-tewas-9BSWMJttSS.jpg (Foto: Dok Polres Nias)

NIAS UTARA – Ng (46) alias Ama Ucok membunuh abang kandungnya, TG (62) alias Ama Tianus karena cekcok harta warisan kebun karet. NG mengaku tersinggung oleh kata-kata korban.

Paur Humas Polres Nias, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Aiptu Yadsen Hulu menerangkan, tersangka dan korban adalah warga Dusun IV, Desa Silimabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara Sumut. 3 November 2020, tersangka dan korban yang merupakan kakak-beradik cekcok terkait sengketa warisan kebun karet.

"Motif tersangka menghabisi abang kandungnya, karena merasa tersinggung dengan sikap abangnya yang lebih dulu meninju pipi kiri tersangka. Sebelumnya, telah terjadi cekcok mulut antara tersangka dengan korban, terkait sengketa warisan kebun karet,” kata Aiptu Yadsen, Selasa 10 November 2020 di Mapolres Nias.

Aiptu Yadsen Hulu menjelaskan, sekira Pukul 18.00 WIB, tersangka pulang memancing dari laut. Saat sampai di rumah, tersangka baru ingat pisau miliknya yang digunakan memotong umpan saat memancing, tertinggal dalam perahu miliknya.

Baca juga: Gegara Ajak Istri Orang COD Tengah Malam, Pelajar Ini Dibunuh

Pukul 18.30 WIB, tersangka kembali menuju pantai dan mengambil pisaunya dan menyelipkannya di pinggang. Saat melintas di depan rumah korban, tersangka mendegar abangnya sedang marah-marah. Korban berteriak serta memaki-maki dengan ucapan, 'Ubunu'o ono Ama Dona, Tenga Khou Kabu Dao' (Kubunuh kau, anak ama Dona, bukan punyamu kebun itu).

Foto: Dok Polres Nias

Mendengar ucapan korban, tersangka merasa tersinggung, sebab tersangka dan korbanlah tinggal berdua anak laki-laki dari orangtua mereka (Ama Dona) di kampung. Pelaku juga yang meneruskan merawat kebun warisan orangtua mereka. Pada saat itu, tersangka berpikir bahwa kalimat yang diucapkan korban ditujukan padanya.

Baca juga: Janda Beranak 2 Tewas Ditusuk Tetangganya

Tersangka menjawab dari jalan umum, 'Haniha Nibunumo' (Siapa yang mau kau bunuh). Tersangka menyuruh korban keluar dari dalam rumahnya. Tersangka sempat menggertak korban dengan cara mengambil batu dari pinggir jalan, namun korban tidak takut dan terus mendekati tersangka. Tersangka membuang batu tersebut kembali ke pinggir jalan.

"Sesaat kemudian, korban langsung meninju pipi kiri tersangka dan tersangka mencabut pisau yang terselip di pinggangnya, namun pisau tersangka jatuh ke badan jalan, sebab korban masih meninju tersangka. Lalu tersangka mengambil pisaunya yang terjatuh dengan tangan kiri serta menikam perut korban sebanyak dua kali,"ungkap Aiptu Yadsen Hulu.

Selanjutnya tersangka memindahkan pisaunya ke tangan kanan dan menikam ketiak kiri korban sebanyak satu kali. Tersangka lalu mengayunkan pisau ke lengan kiri korban sehingga pada saat itu posisi korban membungkuk di depan tersangka. Tersangka kembali menikam punggung korban sebanyak dua kali.

"Setelah itu, timbul rasa takut pada diri tersangka, karena melihat korban berlumuran darah. Tersangka meninggalkan korban dan berlari menuju arah Polsek Tuhemberua dan tersangka diamankan personel Polsek Tuhemberua," tutur Aiptu Yadsen Hulu.

Tersangka telah ditahan di Mapolres Nias. Tersangka dipersangkakan pasal 338 atau 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini