Negosiator Perdamaian Palestina Saeb Erekat Meninggal karena Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 12 November 2020 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 18 2308628 negosiator-perdamaian-palestina-saeb-erekat-meninggal-karena-covid-19-FvY0LePMUZ.JPG Saeb Erekat. (Foto: Reuters)

YERUSALEM - Salah satu tokoh politik terkemuka Palestina, Saeb Erekat, telah meninggal karena Covid-19, demikian diumumkan para pejabat. Pria berusia 65 tahun itu meninggal di Yerusalem di Hadassah Medical Center, tempat dia dirawat bulan lalu setelah didiagnosis terinfeksi virus corona.

Erekat memimpin Palestina dalam pembicaraan damai putus-sambung dengan Israel selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: Palestina dan Israel Rahasiakan Upaya Dialog Damai

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut Erekat sebagai seorang "saudara" dan "pejuang" dan mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

"Kematian saudara dan teman kami yang terkasih, pejuang yang hebat, Dr Saeb Erekat, merupakan kerugian besar bagi Palestina dan rakyat kami," kata Abbas sebagaimana dilansir BBC.

Erekat adalah sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), gerakan perjuangan utama Palestina, sekaligus penasihat Abbas.

Dia membantu merundingkan Perjanjian Oslo yang penting pada 1993, yang membentuk Otoritas Palestina dan memberi Palestina pemerintahan mandiri terbatas di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk pertama kalinya sejak Israel menduduki wilayah itu pada 1967.

BACA JUGA: Palestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Pada 8 Oktober Erekat mengumumkan bahwa dia telah dites positif terkena virus corona tetapi kondisinya memburuk. Dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit Israel dari rumahnya di Jericho di Tepi Barat 11 hari kemudian.

Dokter mengatakan bahwa merawatnya adalah "tantangan besar" karena dia telah menjalani transplantasi paru-paru tiga tahun lalu dan memiliki "sistem kekebalan yang lemah dan infeksi bakteri, selain virus corona".

Sebelum kematiannya, dia memakai ventilator dan ditempatkan dalam keadaan koma yang diinduksi secara medis.

Erekat adalah pendukung dari apa yang disebut solusi dua negara, negara Palestina merdeka bersama Israel, sebagai penyelesaian konflik Israel-Palestina. Baru-baru ini dia mengutuk tindakan negara-negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa terwujudnya solusi itu.

Dia menyebut keputusan UEA pada Agustus untuk meresmikan hubungan dengan Israel sebagai "pembunuh solusi dua negara".

Dia juga mengatakan Amerika Serikat (AS) adalah "bagian dari masalah dan menjadi lebih tidak relevan di Timur Tengah" atas dukungannya untuk Israel di bawah Presiden Donald Trump.

Erekat juga menyerukan sanksi internasional terhadap Israel atas pendudukannya di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza, dan untuk boikot perusahaan Israel yang beroperasi di wilayah pendudukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini