Dua Pemuda Ini Aniaya Sahabatnya Sendiri hingga Tewas

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 13 November 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 510 2309037 dua-pemuda-ini-aniaya-sahabatnya-sendiri-hingga-tewas-fwzAUD38sg.jpg Foto: Sindonews

SLEMAN- Polisi menangkap dua orang karena terlibat penganiayaan hingga menyebakan korbannya tewas. Keduanya yaitu FEY (33) warga Kentungan dan ASP (18) warga Ganjuran, Condongcatur, Depok, Sleman.

(Baca juga: Heboh Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Berbau SARA, Ini Faktanya)

Keduanya tega menganiaya temannya sendiri, Faisal Ahmad Rizaki, 22, warga Kaliabu, Banyuraden, Gamping, Sleman hingga meninggal dunia.

Tindakan itu dilakukan karena sakit hati, kepada korban. Peristiwa tersebut dilakukan di rumah FEY Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (9/11/2020) dini hari.

Faizal Ahmad Rizaki, ditemukan meninggal oleh warga sekitar di selatan lapangan Kentungan, Senin (9/11) pagi.

Saat ini, FEY di tahan di sel tahanan Mapolsek Depok Timur, Sleman. Sedangkan ASP, masih dalam pencarian dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Petugas juga mengamankan dua helm dan 1 kaleng cat ukuran 5 kg yang digunakan untuk menganiaya korban, selimut tidur untuk menutupi korban serta baju dan celana korban sebagai barang bukti (BB).

Kapolsek Depok Timur, Sleman, Kompol Suhadi mengatakan terungkapnya kasus ini setelah Senin (9/11/2020) pagi ada informasi ke SPKT Depok Timur, telah ditemukan orang tergeletak di selatan lapangan Kentungan.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas bersama tim medis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan orang tersebut sudah meninggal dunia karena pendarahan otak. Petugas selanjutnya melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan beberapa saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan kasus tersebut.

“Dari informasi yang didapatkan, petugas berhasil mengindentifikasikan pelaku dan menangkap satu pelaku FEY di rumahnya, Senin (9/11/2020) siang pukul 11.00 WIB. Satu pelaku lagi ASP berhasil melarikan diri, sehingga menjadi DPO,” kata Suhadi saat ungkap kasus di Mapolsek Depok Timur, Sleman, Jumat (13/11/2020).

Suhadi menjelaskan dari pemeriksaan FEY dan ASP melakukan tindak penganiyaan itu karena sakit hati kepada korban. Sebab ASP merasa dikerjai korban saat berada di rumah warga Jombor, Sendangadi, Mlati, Sleman, Minggu (8/11/2020) malam. ASP kemudian memberitahukan hal tersebut kepada FEY.

Mendapat laporan itu FEY menelepon korban untuk datang ke rumahnya di Kentungan untuk menyelesaikan masalah. Korban selanjutnya datang ke rumah FEY. Sesampainya di rumah FEY, korban dianiaya oleh FEY dan ASP. Yaitu dengan memukul kepala pakai helm dan melempar dengan kaleng cat serta diinjak-injak, hingga meninggal dunia.

“Mengetahui korban meninggal, oleh FEY dan ASP dengan memakai motor dibawa ke selatan lapangan Kentungan dan untuk mengelahui ditutup pakai selimut,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini