Habib Rizieq Akan Safari Dakwah ke Purwakarta, Ini Tanggapan GP Anshor

Asep Supiandi, Koran SI · Jum'at 13 November 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 525 2309030 habib-rizieq-akan-safari-dakwah-ke-purwakarta-ini-tanggapan-gp-anshor-rHgI6liAoZ.jpg Pimpinan FPI, Habib Rizieq saat tiba di Petamburan, Jakpus (foto: Sindo/Isra)

PURWAKARTA – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Anshor Purwakarta, belum menentukan sikap soal rencana safari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Purwakarta.

Mereka pun masih menunggu intruksi dari pimpinan pusat dan provinsi sehingga langkah-langkah di lapangan sesuai mekanisme, dan hierarki yang berlaku di internal Anshor.

“Secara organisasi kami belum bisa memberikan statmen apapun terkait rencana kedatangan HRS di Purwakarta. Hanya saja secara pribadi tidak masalah bagi HRS untuk datang ke Purwakarta selagi menjaga kondusifitas,” kata Ketua PC GP Anshor Purwakarta, Muhamad Mahmud kepada Sindonews, Jumat (13/11/2020).

Baca juga:

Ribuan Simpatisan Habib Rizieq Penuhi Simpang Gadog, Lalin Menuju Puncak Dialihkan

Ini Penampakan Lautan Manusia di Simpang Gadog Sambut Kedatangan Habib Rizieq

Habib Rizieq Datang, Tabuhan Marawis dan Sholawat Menggema di Simpang Gadog

Menurutnya, HRS bebas mau pergi kemanapun. Karena sebagai warga negara memiliki hak dan kedudukan sama. Termasuk jika datang atau berkunjung ke Purwakarta, merupakan haknya. Hanya saja pada saat situasi seperti ini juga harus mempertimbangkan kondisi pandemi.

 

“Akan tetapi semuanya dikembalikan kepada pemerintah. Jika pemerintah mengizinkan ya berarti HRS bebas beraktivitas di Purwakarta,”ungkapnya.

Di bagian lain, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta, Uus Usna mengaku akan secepat mungkin berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pimpinan FPI di Purwakarta soal rencana safari HRS ke Purwakarta.

“Pimpinan FPI di Purwakarta juga harus mempertimbangkan kondisi yang ada. Di mana pandemi Covid-19 perlu perhatian serius lantaran lonjakan kasusnya lumayan tinggi. Yang kita soroti bukan kedatangan HRS-nya tapi kumpulan massanya itu yang dikhawatirkan menjadi klaster baru,” terang dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini