Antisipasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun 10 Sumur Imbuhan

Arif Budianto, Koran SI · Senin 16 November 2020 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 525 2310630 antisipasi-banjir-pemkot-bandung-bangun-10-sumur-imbuhan-ZbKwNYaGEB.jpg Pemkot bandung bangun sumur umbuhan guna mengantisipasi banjir (Foto : Sindo/Istimewa)

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung membangun 10 sumur imbuhan untuk menyerap air, antisipasi terjadinya banjir di beberapa titik. Sumur ini, diharapkan bisa mengurangi genangan air saat volume air cukup tinggi.

"Setelah biopori, drumpori, dan lebih besar lagi kolam retensi. Sekarang ada teknologi ini yang diklaim bisa menampung air genangan sampai 6 liter per detik," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai meninjau sumur imbuhan di kawasan Rusunawa Cingised, Senin (16/11/2020).

Oded berharap dengan sumur imbuhan tersebut, titik-titik genangan air di Kota Bandung bisa lebih cepat surut dan masuk ke dalam tanah. Tahap awal, pihaknya membuat 10 titik bebagai uji coba. Menurut dia, sumur ini akan diprioritaskan di wilayah cekungan Bandung yang paling dalam yaitu di daerah timur, Gedebage ini.

"Insya Allah ke depan akan diperbanyak, ini prototipe yang pertama. Kalau lihat hasilnya ternyata efektif dan bagus ini bisa menjadi solusi mempercepat kita dalam menangani persoalan banjir di Kota Bandung," ungkapnya.

Kepala Balai Air Tanah, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ahmad Taufiq mengatakan sumur imbuhan ini mempunyai dua manfaat, yakni mengurangi genangan dan menambah cadangan air tanah.

"Perangkatnya selain sumur, ada bangunan pengolah dengan beberapa langkah dan dengan instrumentasi. Sebelumnya kita lakukan penelitian dan monitoring. Ini efektif untuk kota-kota dengan genangan dan memperbaiki air tanah," katanya.

Menurut dia, uji coba sudah dilakukan tiga tahun. Sebelumnya dibangun di daerah Rancaekek, Cimahi, dan itu berhasil.

Baca Juga : Pecah Ban, Truk Pengangkut Air Mineral Terbalik di Tol Jagorawi

Baca Juga :  Toko Elektronik 2 Lantai Kebakaran, Kerugian Lebih dari Rp100 Juta

Taufiq pun menyampaikan, dengan kedalaman sumur 100 meter, tidak akan menggerus lahan di bawahnya. Karena sumur imbuhan sudah didesain dengan kapasitasnya tidak bisa melebihi kapasitas yang diserapnya.

"Jadi kita desain tidak bisa over. Kalau dicoba dengan kapasitas sumur ini (6 liter per detik) dengan 8 liter, susah menyerapnya. Jadi sesuai kemampuan menyerapnya. Desain bangunan pengolahnya, saluran masuknya juga harus disesuaikan dengan kapasitas," ucapnya.

Taufiq mencontohkan, kemampuan menyerap genangan dengan tinggi genangan 50 cm dikalikan dengan luas genangan akan bisa diketahui berapa meter kibik jumlah airnya. Lalu dihitung dengan kemampuan 6 liter akan habis dalam berapa jam.

"Jadi dengan sumur ini akan mempercepat turunnya genangan karena kita imbuhkan. Prinsipnya kita juga olah dulu, ada tiga filter, trash box untuk sampah, genangan sedimentasi yang membuat sedimennya turun, baru filter kasar seperti kerikil, baru nanti pasir, terakhir ke limpas," katanya.

"Dengan metode ini juga relatif lebih mudah daripada misalnya membangun kolam retensi. Karena membebaskan lahan di daerah perkotaan tidak mudah," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan menyamnut baik dengan teknologi sumur imbuhan dalam, karena saat ini pihaknya juga tengah fokus pada memarkir dan meresapkan air

"Untuk memarkir biasanya pakai kolam retensi. Tapi itu butuh luasan yang besar dan tidak mudah, harus di daerah yang ada sungai dan cekungan. Sementara luasnya belum tentu kita punya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini