Badai "Bom" Iota Terjang Nikaragua, Bawa Angin 260 Km/Jam

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 17 November 2020 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 18 2310996 badai-bom-iota-terjang-nikaragua-bawa-angin-260-km-jam-8K8IlldsIf.jpg Banjir akibat terjangan Badai Iota di Cartagena, Kolombia, 14 November 2020. (Foto: Reuters)

MANAGUA – Badai Iota, yang disebut-sebut sebagai “bom yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar” mendarat sebagai badai kategori 4 di Nikaragua pada Senin (16/11/2020). Badai itu menghantam Nikaragua hanya dua pekan setelah negara Amerika Tengah itu diterjang badai dahsyat lainnya.

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC) mengatakan badai Iota melintasi pantai Nikaragua pada Senin malam. Badai itu sempat meningkat menjadi badai kategori 5 sebelum mendarat di Nikaragua, membawa angin berkelanjutan dengan kecepatan maksimum hingga 260 km/jam.

BACA JUGA: Tewaskan Ratusan Korban di Guatemala, Badai Eta Kini Ancam Kuba

Saat melanda Nikaragua, Iota melemah menjadi badai kategori empat, tetapi NHC mengatakan badai itu tetap "sangat berbahaya". Badan tersebut memperingatkan tentang "angin bencana, gelombang badai yang mengancam jiwa, dan curah hujan yang deras" dalam update terbarunya, demikian diwartakan BBC.

"Yang semakin mendekat adalah sebuah bom," kata Presiden Nikaragua Juan Orlando Hernández dari negara tetangga Honduras, pada konferensi pers sebelumnya.

Honduras, Guatemala dan Nikaragua telah mengevakuasi penduduk yang tinggal di daerah dataran rendah dan dekat sungai di wilayah pesisir Atlantik yang diperkirakan akan dilanda Iota. Sebelum mencapai Amerika Tengah, badai Iota melewati Pulau Providencia di Kolombia di Karibia, memutus aliran listrik dan menewaskan setidaknya satu orang.

BACA JUGA: Perempuan Guatemala Kehilangan 22 Anggota Keluarganya Akibat Terjangan Badai Eta

Nikaragua baru berusaha pulih dari terjangan Badai Eta, yang mengamuk di kawasan Amerika Tengah dua pekan lalu. Badai itu menewaskan setidaknya 200 orang di kawasan tersebut.

Iota adalah badai Atlantik terkuat tahun ini dan badai November kedua yang mencapai kategori lima, yang terakhir terjadi pada 1932.

Musim badai Atlantik tahun ini telah memecahkan rekor jumlah nama badai. Untuk kedua kalinya dalam catatan para pejabat harus mulai menggunakan huruf-huruf alfabet Yunani untuk memulai nama badai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini