Aksi Heroik Diplomat Inggris Selamatkan Siswa yang Tenggelam Banjir Pujian

Agregasi VOA, · Selasa 17 November 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 18 2311018 aksi-heroik-diplomat-inggris-selamatkan-siswa-yang-tenggelam-banjir-pujian-26Zk5iS44H.jpg Foto: Twitter/@ukinchina.

BEIJING - Kedutaan Besar Inggris di Beijing dan media-media lokal di China menyatakan seorang diplomat Inggris melompat ke sungai di barat daya China untuk menyelamatkan seorang siswa yang tenggelam akhir pekan lalu

Kantor berita China Xinhua melaporkan, Stephen Ellison, konsul jenderal Inggris yang berusia 61 tahun, melompat ke sungai di kotamadya itu, Sabtu (14/11/2020), setelah melihat seorang siswi, yang tidak sengaja jatuh ke dalam sungai, berjuang keras menyelamatkan diri.

BACA JUGA:Covid-19 Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne

Dalam video yang menggambarkan insiden itu dan upaya penyelamatan yang dilakukan – yang dipasang di akun Twitter Kedutaan Besar Inggris – tampak seorang perempuan mengapung tertelungkup dengan wajah di bawah permukaan air, sementara sejumlah orang berteriak panik. Diplomat itu melepas sepatunya, melompat ke air dan berenang menyelamatkan perempuan itu.

Sebuah alat pelindung dilempar ke sungai sehingga memungkinkan orang-orang di tepi sungai menyeret Ellison dan siswi yang diselamatkannya ke tempat yang aman.

“Berkat penyelamatan itu siswi tersebut bisa bernafas dan sadar kembali,” tulis Xinhua mengutip pihak berwenang setempat, tanpa menyebut identitas perempuan tersebut.

Kedutaan Inggris di China mengatakan semua orang “sangat bangga” pada Ellison.

BACA JUGA: Inggris Batalkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong

Hubungan China-Inggris beberapa bulan terakhir ini sempat tegang karena keputusan China memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru untuk meredam demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong.

Hong Kong diserahkan kembali oleh Inggris kepada China pada1997 setelah 156 tahun di bawah kepemimpinan Inggris.

China pada 5 November lalu melarang warga non-China dari negara-negara lain, termasuk Inggris, untuk memasuki negaranya karena kembali melonjaknya kasus virus corona.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini