Belasan Pegawai Positif Covid-19, Toko Farmasi dan Alkes di Cirebon Ditutup

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 17 November 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 525 2311285 belasan-pegawai-positif-covid-19-toko-farmasi-dan-alkes-di-cirebon-ditutup-lylUcJudSG.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

CIREBON - Sejumlah toko farmasi atau apotek dan alat kesehatan (alkes) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terpaksa ditutup sementara, akibat adanya belasan karyawan di tempat tersebut, yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengatakan, ada sekitar 19 orang karyawan di toko farmasi dan alkes itu yang positif Covid-19. Mereka sebelumnya sudah menjalani tes swab beberapa waktu lalu.

Menurut Edy, awalnya ada sebanyak lima karyawan yang positif Covid-19. Namun, setelah dilaksanakan tes swab, ternyata ada belasan karyawan lain yang terinfeksi Covid-19.

"Di Pasuketan ini akan ditutup sementara. Tapi bukan kesalahan. Cuman karena ada musib. Awalnya ada lima. Setelah isolasi dan berhasil sembuh, ternyata ada 19 orang yang poisitif," kata Edi kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

 Korban Covid-19

Dia menyampaikan, hingga sekarang masih ada sekitar 20 sampai 25 orang yang sedang menunggu hasil tes swab. Meski demikian, pihaknya langsung melakukan penutupan agar penyebaran Covid-19 di tempat tersebut bisa ditangani.

Edy menyebut, belasan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, termasuk kedalam orang tanpa gejala atau OTG. Ia menyatakan, ada sebanyak sembilan toko farmasi dan alkes di Kota Cirebon yang ditutup mulai hari ini.

"Mereka diisolasi semua karena punya mes. Tapi kalau punya KTP Kota Cirebon bisa diisolasi di hotel," ujarnya.

Masih kata Edi, dugaan sementara mereka tertular dari kontak erat dengan pegawai lainnya. Adapun toko farmasi dan alkes yang ditutup adalah Apotek Pasuketan, Apotek Pasuketan Setiabudi, Apotek Pasuketan Gunung Sari, Apotek Pasuketan Perum, Toko alat kesehatan CV Camella, Toko alat kesehatan Camella, PAK Camella Gustavindo, PBF Camella Gustavindo, dan Klinik Camella.

"Mereka tidak bergejala. Ini dugaan sementara, mereka tertular karena kontak erat dengan pegawai lainnya," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini